politicanews.id – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) secara masif menggenjot pembangunan fasilitas publik di wilayah pedesaan, mengubah wajah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Kali ini, fokus utama tertuju pada Cianjur, Jawa Barat, di mana serangkaian proyek infrastruktur vital tengah digarap demi kesejahteraan warga.
Salah satu inisiatif menonjol adalah pembangunan lima unit fasilitas sanitasi modern atau Mandi Cuci Kakus (MCK) yang tersebar di Desa Mekarmukti. Proyek ini merupakan bagian integral dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang diinisiasi oleh Kodim 0608/Cianjur.

Komandan Kodim 0608/Cianjur, Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, menegaskan pentingnya fasilitas MCK yang layak. Menurutnya, ketersediaan air bersih dan sanitasi yang memadai adalah kunci untuk menunjang kebutuhan sehari-hari warga, mulai dari mandi hingga mencuci pakaian. "Pembangunan MCK ini kami lakukan demi mendukung kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih akan memutus mata rantai berbagai penyakit, termasuk ancaman stunting," ungkap Letkol Bistok. Ia menambahkan, proyek MCK ini telah digeber sejak Sabtu, 18 Juli 2026, dan saat ini memasuki tahap pembersihan lahan serta pembangunan pondasi.

Related Post
Lima titik lokasi MCK tersebut mencakup Kampung Citamiang RT 008/RW 003, Kampung Cigombong RT 014/RW 005, Kampung Mekarmukti RT 004/RW 002, Kampung Mekartani RT 012/RW 004, serta Kampung Cicatang RT 003/RW 001. Letkol Bistok menjamin bahwa fasilitas ini akan rampung dalam waktu singkat agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Harapannya, proyek ini mampu mendongkrak kualitas hidup warga menuju taraf yang lebih layak.
Kepala Staf Komando Resor Militer (Kasrem) 061/Surya Kancana, Kolonel Inf. Yudi Ruskandar, sebelumnya menjelaskan bahwa program TMMD ini tidak hanya berfokus pada MCK. Berbagai pekerjaan lain juga turut dilaksanakan, meliputi pembangunan titik sumber air, peningkatan kualitas jalan (betonisasi sepanjang 872 meter dan pengaspalan 90 meter), perbaikan lima unit hunian warga yang memerlukan renovasi, hingga pengembangan lahan ketahanan pangan seluas satu hektar. Lahan tersebut rencananya akan ditanami jagung manis dan berbagai jenis tumbuhan produktif lainnya.
Seluruh rangkaian pembangunan ini dimulai pada 16 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada 13 Agustus 2026. Inisiatif TNI AD melalui TMMD ini diharapkan membawa dampak positif jangka panjang, menciptakan desa-desa yang lebih maju, sehat, dan mandiri.










Tinggalkan komentar