politicanews.id – Inflasi yang terus membayangi perekonomian nasional kini menemukan titik terang. Seorang ekonom terkemuka, Esther Sri Astuti dari Institute for Development of Economics and Finance Indef, mengungkapkan kunci utama untuk menjinakkan laju kenaikan harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat serta momentum pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026. Menurutnya, fokus pada penguatan pasokan dan kelancaran distribusi pangan menjadi strategi yang tak bisa ditawar.
Pemerintah bersama Bank Indonesia dituntut untuk memastikan ketersediaan barang di pasar selalu mencukupi permintaan. Lebih dari itu, mereka harus sigap mengatasi berbagai kendala distribusi yang berpotensi mendorong lonjakan harga. Kelancaran arus barang adalah fondasi penting agar stabilitas harga dapat terjaga.

Di tingkat daerah, peran pemerintah sangat krusial dalam memantau pasokan bahan pokok strategis. Komoditas seperti beras, daging ayam, dan cabai harus selalu dalam kondisi aman stoknya untuk menghindari gejolak harga yang bisa meresahkan warga. Pemantauan ketat menjadi kunci utama.

Related Post
Langkah proaktif seperti operasi pasar murah atau pemberian subsidi untuk biaya distribusi juga dinilai efektif. Ini bisa diterapkan saat harga kebutuhan dasar mulai merangkak naik, demi menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen dan mencegah beban berlebih akibat gangguan rantai pasok.
Tak kalah penting, perlindungan sosial mesti menjadi pilar dalam strategi anti-inflasi. Penyaluran bantuan sosial serta subsidi yang tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, menjadi krusial untuk mempertahankan daya beli mereka di tengah kenaikan harga. Ini adalah jaring pengaman terakhir bagi kelompok yang paling rentan terdampak gejolak ekonomi.










Tinggalkan komentar