politicanews.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia DPR RI kembali menyuarakan pentingnya penggunaan tolok ukur yang tepat untuk mengevaluasi keberhasilan program Makan Bergizi Gratis MBG sebuah inisiatif dengan anggaran fantastis Charles Honoris Wakil Ketua Komisi IX DPR RI menegaskan bahwa setiap langkah perencanaan pelaksanaan hingga penilaian program ini harus didasarkan pada data serta indikator yang akurat agar manfaatnya benar-benar bisa diukur secara objektif
Indonesia sebenarnya telah memiliki perangkat khusus untuk memantau kondisi gizi masyarakat yaitu Survei Kesehatan Indonesia SKI dan Survei Status Gizi Indonesia SSGI yang selama ini menjadi rujukan utama bagi Kementerian Kesehatan Kemenkes Honoris menjelaskan jika pemerintah berencana menyusun atau menilai kebijakan perbaikan gizi nasional acuan utamanya seharusnya berasal dari hasil survei-survei tersebut bukan mengandalkan indikator yang tidak secara langsung mencerminkan kondisi gizi penduduk

Ia juga menyoroti pernyataan Menteri Kesehatan Menkes Budi Gunadi Sadikin terkait angka 112 juta penduduk Indonesia yang disebut mengalami kekurangan gizi jika data itu bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional Susenas Kemenkes wajib menjelaskan secara transparan indikator serta metode yang dipakai untuk mencapai kesimpulan tersebut sebab Susenas pada dasarnya merupakan survei sosial ekonomi rumah tangga bukan survei yang dirancang untuk mengukur status gizi secara langsung

Related Post
Charles Honoris menekankan bahwa setiap kebijakan publik harus dibangun di atas fondasi indikator yang tepat karena diagnosis yang keliru akan berpotensi menghasilkan solusi yang tidak tepat pula Hal ini juga esensial untuk memperjelas tujuan utama program MBG
Apabila sasaran utama MBG adalah meningkatkan status gizi masyarakat maka indikator keberhasilannya harus menggunakan parameter gizi yang valid seperti penurunan angka stunting wasting balita dengan berat badan sangat rendah underweight anemia maupun parameter lain yang terukur melalui SKI dan SSGI Program sebesar ini tidak bisa hanya dievaluasi berdasarkan asumsi atau indikator yang tidak langsung berhubungan dengan status gizi
Menurutnya jika pemerintah memang ingin menjalankan program pemberian makanan secara universal bagi seluruh anak sekolah maka hal itu perlu disampaikan secara jujur kepada publik bahwa tujuan utamanya adalah menyediakan makanan bagi semua anak bukan semata-mata untuk memperbaiki status gizi Masyarakat berhak mengetahui dengan gamblang apa sebenarnya sasaran program MBG jangan sampai tujuannya terus berubah mengikuti narasi yang tidak konsisten
Inisiatif dengan alokasi dana ratusan triliun rupiah ini lanjut Charles harus memiliki target yang jelas parameter yang akurat serta dapat dievaluasi secara ilmiah dan objektif Tanpa landasan tersebut akan sulit memastikan apakah dana negara benar-benar menghasilkan peningkatan gizi masyarakat atau hanya sekadar memperluas cakupan pemberian makanan semata










Tinggalkan komentar