politicanews.id – Ratusan perempuan di Cengkareng Jakarta Barat antusias mengikuti program pemeriksaan ultrasonografi USG payudara massal. Inisiatif vital ini bertujuan menggenjot kesadaran akan urgensi deteksi dini kanker payudara demi mencegah penanganan terlambat yang seringkali berujung fatal. Sebanyak 150 ibu menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan masa depan bangsa ini.
Program kolaboratif ini merupakan buah sinergi antara Federasi Bisnis Profesional Wanita Indonesia FBPWI PT Siloam International Hospitals Tbk dan Klinik Pratama Keluarga. Menurut dr Brenda Ketua Panitia acara ini sengaja digelar bertepatan dengan Hari Anak Nasional dan Hari Kebaya Nasional mengusung tema Sehat untuk Anak Peduli untuk Ibu. Momen ganda ini dipilih bukan tanpa alasan kuat.

Dokter Brenda menegaskan relevansi kedua peringatan tersebut. "Anak-anak yang tumbuh sehat dan cerdas berakar dari ibu yang juga sehat," ujarnya. Ia memandang ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anak membentuk karakter kasih sayang ketangguhan dan harapan. Oleh karena itu menjaga kesehatan para ibu sama dengan merawat masa depan keluarga bahkan fondasi bangsa. Lebih lanjut ia mengaitkan kebaya yang identik dengan perempuan Indonesia sebagai simbol jati diri kekuatan dan martabat. "Sebagaimana kebaya diwariskan lintas generasi kita juga ingin menanamkan budaya hidup sehat bagi perempuan Indonesia," lanjutnya. Ini termasuk menumbuhkan keberanian untuk tidak menunda pemeriksaan deteksi dini serta saling mengingatkan bahwa menjaga kesehatan adalah wujud cinta sejati bagi diri dan keluarga.

Related Post
Giwo Rubianto Wiyogo Presiden FBPWI menambahkan bahwa program ini adalah kali kedua yang mereka selenggarakan bersama para mitra. "Hari ini lebih dari 150 ibu menjalani deteksi dini kanker payudara," ungkap Giwo. Ia bangga menyebutkan bahwa total hampir seribu perempuan telah mendapatkan pemeriksaan USG payudara melalui inisiatif serupa. Giwo menekankan betapa krusialnya deteksi dini. "Dengan terdeteksi lebih awal peluang kelangsungan hidup penderita kanker payudara bisa mencapai lebih dari 90 persen," jelasnya. FBPWI bersama kolaborator tak henti mengedukasi masyarakat tentang bahaya kanker payudara yang mematikan. "Lebih dari 66.000 kasus baru muncul setiap tahun dengan angka kematian mencapai 22.000," paparnya. Oleh karena itu edukasi dan pemeriksaan dini menjadi sangat vital bagi kesehatan ibu dan anak. "Ibu adalah pendidik pertama dan utama bagi generasi penerus bangsa," pungkas Giwo mengingatkan peran sentral ibu dalam pembangunan negara.
Wakil Camat Cengkareng Iswandi turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini. Ia sependapat bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak. "Demi mewujudkan generasi emas Indonesia 2045 persiapan harus dimulai sejak dini termasuk memastikan kesehatan para ibu," tegas Iswandi. Ia berharap program deteksi dini ini dapat meningkatkan pemahaman ibu-ibu. "Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati," pungkasnya menyerukan semangat kepada para peserta.










Tinggalkan komentar