politicanews.id – Sebuah babak baru dalam pembangunan berkelanjutan telah dibuka. Universitas Indonesia melalui inisiatif UI GreenMetric secara resmi meluncurkan UI GreenMetric Sustainable Corporate Rankings. Peluncuran awal yang dibarengi sosialisasi daring ini menandai langkah strategis untuk memperluas kontribusi nyata dalam mendorong keberlanjutan global.
Ketua UI GreenMetric Dr Vishnu Juwono di Kampus UI Depok, menegaskan bahwa tantangan keberlanjutan hari ini menuntut sinergi kuat lintas sektor. Menurutnya, sektor swasta memegang peranan esensial dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Hal ini mencakup penerapan tata kelola yang baik, manajemen lingkungan yang bertanggung jawab, serta penciptaan dampak sosial yang positif bagi masyarakat luas.

Kehadiran UI GreenMetric Sustainable Corporate Rankings diharapkan menjadi parameter evaluasi yang vital. Inisiatif ini dirancang untuk memacu korporasi agar mampu mengukur, menganalisis, dan mengerek level performa ESG mereka. Melalui langkah ini, UI GreenMetric mengukuhkan dedikasinya untuk terus berinovasi sebagai garda terdepan agenda hijau dunia.

Related Post
Perluasan cakupan pemeringkatan ke ranah korporasi diharapkan mampu mendorong industri nasional untuk meningkatkan daya saing di kancah global. Lebih dari itu, diharapkan tercipta dampak positif yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Prof Dr Sylvia Veronica Nalurita Purnama Siregar, Sekretaris Dewan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia FEB UI, memberikan pandangan mendalam. Ia menyoroti urgensi tata kelola ESG dalam memperkuat akuntabilitas, mempertajam kualitas pengambilan keputusan, serta merespons ekspektasi publik terhadap transparansi bisnis modern.
Rahmi, Manager of Operations Data and Service Development UI GreenMetric, menjelaskan bahwa metodologi pemeringkatan ini dirancang sebagai tolok ukur komprehensif. Berbasis indikator terukur, metodologi ini akan membantu perusahaan mengidentifikasi celah peningkatan, memperkuat transparansi, dan menumbuhkan etos perbaikan tiada henti.
Dari sisi regulator, R Joko Siswanto, Direktur Keuangan Berkelanjutan Direktorat Pengembangan Keuangan Berkelanjutan dan Tata Kelola DUKB-DSKT Otoritas Jasa Keuangan OJK, menekankan pentingnya pengokohan ekosistem keuangan berkelanjutan di Indonesia. Ia juga menyoroti peran ESG sebagai fondasi manajemen korporasi yang mampu menghasilkan nilai lestari dalam jangka panjang.








Tinggalkan komentar