politicanews.id – Panggung Stadion Gelora 10 November Surabaya menjadi saksi bisu kebangkitan Kendal Tornado FC. Dalam laga perdana Grup Timur Pegadaian Championship 2026/2027, tim berjuluk "Tornado" ini berhasil menumbangkan De Red FC dengan skor tipis 1-0. Pelatih Stefan Keltjes tak ragu menyebut satu kata kunci di balik sukses tersebut: keberanian. Mentalitas tak gentar dan kerja keras para punggawa lapangan hijau menjadi fondasi utama kemenangan krusial ini.
Keltjes menegaskan, ia selalu menekankan kepada anak asuhnya untuk memiliki karakter berani dan kepercayaan diri tinggi, di mana pun dan dalam situasi apa pun mereka berlaga. Filosofi ini terbukti ampuh, terutama saat mereka menghadapi gaya permainan De Red FC yang dikenal piawai mengandalkan umpan-umpan pendek dan kombinasi mematikan. "Kami sudah mengantisipasi betul gaya bermain Coach Aji yang gemar memainkan bola pendek," ungkap Keltjes, menunjukkan persiapan matang timnya.

Secara taktik, Kendal Tornado FC memulai babak pertama dengan menurunkan dua pemain wajib, yakni Osman dari Borneo dan Rangga yang menjalani debutnya. Namun, dinamika pertandingan berubah drastis di babak kedua. Keltjes memutuskan untuk memasukkan sejumlah pemain senior, sebuah langkah yang diakuinya sangat memengaruhi jalannya laga, terutama dari segi strategi. Pengalaman para pemain senior terbukti menjadi pembeda.

Related Post
Lebih lanjut, Keltjes juga mengungkapkan bahwa keputusan untuk menurunkan kiper muda Er Deva di babak kedua bukanlah sebuah kejutan, melainkan bagian dari skema yang telah disiapkan matang. "Saya sudah berdiskusi dengan pelatih kiper kami, Coach Joys, bahwa Er Deva akan kami siapkan untuk paruh kedua," jelasnya. Masuknya Er Deva memungkinkan Kendal Tornado untuk lebih leluasa memainkan sembilan pemain senior, terutama setelah performa dua pemain regulasi di babak pertama tidak sesuai ekspektasi.
Selain strategi jitu, Keltjes juga menyoroti pentingnya mentalitas tim. Sanksi pengurangan satu poin yang mereka terima menjadi cambuk untuk tidak pernah lengah. "Kami harus menerima kondisi ini. Oleh karena itu, di setiap pertandingan, kami tidak boleh kendur karena target dari pemilik klub sudah sangat jelas," imbuhnya, menegaskan determinasi timnya.
Rasa syukur turut diungkapkan oleh pemain Kendal Tornado FC, Ibnu Hajar. Ia mengakui bahwa pesan pelatih untuk selalu berani bermain di mana pun menjadi salah satu pendorong utama semangat tim. "Pelatih selalu mengingatkan kami untuk berani, punya semangat juang tinggi, dan alhamdulillah hari ini kami berhasil mengamankan tiga poin penting," tutup Ibnu Hajar, merefleksikan kebahagiaan atas hasil positif yang diraih.








Tinggalkan komentar