Terkuak Muhammadiyah Satukan Bangsa Pohon Ajaib

Terkuak Muhammadiyah Satukan Bangsa Pohon Ajaib

politicanews.id – Organisasi Islam Muhammadiyah siap menggelar agenda akbar Tanwir dan Milad ke-114 di Kota Palu Sulawesi Tengah. Acara penting ini mengusung tema "Bersama Satukan Bangsa", sebuah seruan kuat untuk merespons berbagai gejolak sosial dan politik yang terjadi, dengan tetap berpegang teguh pada prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, dalam keterangannya di Yogyakarta, menjelaskan bahwa tema persatuan ini berakar pada keyakinan bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah aset berharga bagi Indonesia. "Secara normatif dan realitas, kita memiliki modal besar untuk terus bersatu dalam keragaman dan Bhinneka Tunggal Ika," tegas Haedar. Prinsip ini menjadi landasan krusial untuk menavigasi dinamika kebangsaan, baik di ranah sosial maupun politik, yang kerap memicu polarisasi pandangan. Haedar menambahkan, perbedaan pendapat yang tajam seharusnya menjadi pemicu dialog konstruktif, pencarian titik temu, dan semangat moderasi.

Terkuak Muhammadiyah Satukan Bangsa Pohon Ajaib
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Sidang Tanwir yang dijadwalkan berlangsung sekitar November mendatang, akan memiliki agenda utama yang sangat strategis. Para peserta akan merumuskan program-program jangka panjang Muhammadiyah untuk 25 tahun ke depan. "Muhammadiyah sejak tahun 2000 memiliki program strategis lima tahunan hingga 25 tahunan, dan kini periodenya telah berakhir, sehingga perlu dirumuskan kembali," jelas Haedar, menandakan visi jauh ke depan organisasi ini.

COLLABMEDIANET

Dalam kesempatan tersebut, Muhammadiyah juga secara resmi memperkenalkan logo Tanwir dan Milad ke-114 yang kaya akan makna filosofis. Desain logo ini memadukan corak postmodern dengan simbol daun kelor, menjadikannya lebih dari sekadar identitas visual. Logo ini melambangkan perjalanan panjang dan karakter gerakan Muhammadiyah. "Keindahan dalam sebuah simbol tidak dapat dipisahkan dari nilai dan makna yang terkandung di dalamnya. Logo ini juga dipandang sebagai medium untuk memahami gagasan yang lebih luas," ungkap Haedar.

Haedar Nashir sendiri terlibat langsung dalam proses perancangan logo, khususnya dalam pemilihan daun kelor sebagai ikon sentral. Tanaman ini dipilih karena kemampuannya tumbuh subur di berbagai wilayah Indonesia. Daun kelor, yang dikenal sebagai ‘pohon ajaib’ atau miracle tree, melambangkan kesederhanaan dan ketangguhan, dua karakteristik yang sangat selaras dengan semangat gerakan Muhammadiyah.

Menurut Haedar, pohon kelor adalah tanaman sederhana yang mampu bertahan hidup di berbagai kondisi tanpa perawatan rumit. Ini mencerminkan Muhammadiyah yang mampu membangun kesederhanaan tanpa pernah kehilangan nilai dan orientasi utamanya. "Dalam konteks pergerakan kita, Tanwir dan Milad ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kesederhanaan yang punya value, punya tema. Bukan kesederhanaan sebagai populisme," paparnya. Lebih jauh, daun kelor juga diinterpretasikan sebagai simbol kemakmuran, mengingat manfaat nyatanya bagi kehidupan dan potensi pengolahannya menjadi beragam pangan. "Pohon kelor adalah pohon keajaiban karena dia adalah lambang kesejahteraan dan memakmurkan," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar