politicanews.id – Semangat pantang menyerah masyarakat pesisir Ngada, Flores, kembali membara. Pasca guncangan gempa bumi berkekuatan M7,7 yang melanda wilayah itu pada Sabtu silam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat mendampingi proses bangkit, memastikan roda kehidupan, khususnya aktivitas melaut para nelayan, berputar kembali.
Dalam upaya pemulihan ini, Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, Bambang Surya Putra, secara langsung memantau kondisi di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Ia berinteraksi intensif dengan warga dan nelayan yang sempat terhambat rutinitasnya setelah gempa dan sempat diterbitkannya peringatan dini tsunami. Bambang menegaskan bahwa peringatan tsunami dari BMKG telah resmi dicabut. "Masyarakat, termasuk para nelayan, kini dapat secara bertahap kembali menjalankan aktivitasnya. Namun, sikap siaga tetap harus dijaga, dan informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah wajib terus diikuti," ujarnya.

Pemerintah melalui BNPB terus menggugah masyarakat pesisir untuk secara bertahap memulihkan denyut ekonomi mereka, termasuk kembali melaut. Tentu saja, hal ini harus selaras dengan pemantauan informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan perairan. Proses pemulihan ini dirancang bertahap, tidak hanya mendorong aktivitas sosial dan ekonomi, tetapi juga menggalang sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Related Post
Bambang menekankan bahwa kembalinya aktivitas warga merupakan elemen krusial dalam penanganan pascabencana. Masyarakat perlu memperoleh kejelasan data agar dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari tanpa mengabaikan aspek keselamatan. "Kita tidak ingin masyarakat terbelenggu rasa cemas berkepanjangan. Yang harus kita bangun adalah kesiapsiagaan. Kehidupan dan kegiatan ekonomi harus mulai berjalan kembali, tentu dengan tetap mengikuti informasi resmi," tambahnya.
Di sisi lain, Anggota Unsur Pengarah BNPB, Isroil Samihardjo, bersama Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, menjalin komunikasi dengan para tokoh agama. Pertemuan yang berlangsung di Stasi Keluarga Roh Kudus Nazareth, Kelurahan Nangamese, Kecamatan Riung, ini dihadiri oleh Romo Vikep Kevikepan Bajawa RD Gabriel Idrus, Pr., Pastor Paroki Bekek RD Wempi Da Silva, Pr., serta sejumlah imam lainnya.
Tujuan utama pertemuan tersebut adalah untuk membangun jembatan komunikasi dan menyerap masukan berharga dari para tokoh agama mengenai situasi masyarakat serta progres pemulihan pascagempa, khususnya di wilayah Riung. Isroil secara khusus meminta dukungan penuh dari para pemuka agama, mengingat peranan vital mereka dalam proses pemulihan. "Penanggulangan bencana bukan semata-mata merekonstruksi hunian yang rusak. Yang kita pulihkan adalah kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah wajib mendengar suara masyarakat dan menggandeng tokoh-tokoh yang paling dekat dengan mereka," pungkas Isroil.










Tinggalkan komentar