Ketimpangan Jakarta Masih Menghantui Warga

Ketimpangan Jakarta Masih Menghantui Warga

politicanews.id – Meski angka kemiskinan di Jakarta berhasil menyentuh level terendah dalam sejarah, sebuah persoalan besar ternyata masih membayangi ibu kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah menghadapi tantangan serius terkait tingginya angka ketimpangan ekonomi atau rasio gini yang masih tertahan di angka 0,435.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengungkapkan bahwa penurunan jumlah penduduk miskin bukan berarti masalah kesejahteraan telah tuntas. Walaupun data terbaru menunjukkan angka kemiskinan turun menjadi 3,96 persen pada Maret 2026, kesenjangan antara si kaya dan si miskin masih memerlukan penanganan ekstra serius agar tidak terjadi ketimpangan yang semakin lebar.

Ketimpangan Jakarta Masih Menghantui Warga
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah warga miskin di Jakarta kini berada di kisaran 432.620 orang. Pencapaian ini merupakan tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya angka kemiskinan di Jakarta berhasil ditekan hingga di bawah ambang batas 4 persen. Kondisi ini juga didukung oleh membaiknya sektor ketenagakerjaan dengan tingkat pengangguran yang mulai terkendali.

COLLABMEDIANET

Di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu, Jakarta dinilai tetap mampu menjaga stabilitas ekonominya. Chico menyebutkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting berbagai program bantuan sosial yang menjadi penyangga ekonomi masyarakat kelas bawah.

Program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) menjadi kunci utama dalam memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi keluarga tidak mampu. Selain itu, bantuan biaya sekolah swasta, akses kesehatan, hingga penyediaan hunian melalui program rusun dianggap efektif dalam menjaga daya beli masyarakat.

Ke depannya, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat bantalan sosial tersebut. Fokus utama akan diarahkan pada peningkatan kualitas tenaga kerja dan perluasan peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Langkah ini diambil agar warga yang sudah berhasil keluar dari garis kemiskinan tidak kembali jatuh ke jurang ekonomi, sekaligus menekan angka ketimpangan secara berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar