politicanews.id – Kota Paris kini tengah bersiap menghadapi gelombang protes nasional yang diprediksi akan memicu kekacauan. Sebagai langkah antisipasi, sejumlah museum paling prestisius di dunia seperti Louvre, Orsay, hingga Picasso resmi mengumumkan penutupan operasional guna menghindari kericuhan.
Pemerintah Prancis telah menetapkan status kewaspadaan tertinggi untuk melindungi warga dan aset negara. Kementerian Kebudayaan secara khusus menginstruksikan seluruh institusi seni untuk memprioritaskan keselamatan pengunjung serta menjaga keamanan koleksi karya seni yang sangat berharga dari potensi perusakan.

Situasi keamanan di lapangan diperketat secara masif. Otoritas setempat telah mengerahkan tambahan personel keamanan hingga 20 persen lebih banyak dibandingkan aksi protes sebelumnya. Tak hanya polisi khusus seperti GIGN dan RAID, pasukan militer dari operasi Sentinelle juga diterjunkan untuk menjaga stabilitas kota.

Related Post
Presiden Emmanuel Macron mengambil langkah tegas dengan melarang segala bentuk demonstrasi yang tidak terorganisir oleh serikat pekerja, terutama pada akhir pekan ini. Larangan ini bertujuan untuk meminimalisir gesekan di ruang publik yang dapat membahayakan masyarakat.
Ketegangan ini dipicu oleh rentetan aksi protes terkait lonjakan biaya hidup dan harga bahan bakar yang sebelumnya dilakukan oleh kelompok Rompi Kuning serta pelajar. Kerusuhan yang terjadi pada aksi sebelumnya telah menyebabkan kerusakan bangunan dan memaksa diberlakukannya jam malam di beberapa wilayah.
Saat ini, sejumlah kota seperti Lyon dan Toulon sudah lebih dulu melarang aksi massa di pusat kota. Para pemilik usaha juga diminta waspada dan segera mengamankan toko mereka dari potensi penjarahan atau vandalisme selama aksi nasional berlangsung.










Tinggalkan komentar