Jalan Yos Sudarso Kini Beda Total Permanen

Jalan Yos Sudarso Kini Beda Total Permanen

Ditulis oleh

di

politicanews.id – Wajah Jalan Yos Sudarso di depan Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kejari Jakut) kini berubah drastis. Setelah melalui serangkaian uji coba, skema pengaturan lalu lintas di ruas jalan vital ini resmi diberlakukan secara permanen. Keputusan ini diambil untuk mengakhiri praktik berbahaya pengendara motor yang kerap melawan arus, sekaligus menciptakan kelancaran dan keamanan bagi seluruh pengguna jalan.

Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara, Rudy Saptari, menegaskan bahwa penataan ulang jalur ini akan segera dikukuhkan dengan pemasangan kelengkapan permanen. "Kami akan menetapkan jalur ini dengan permanen. Dalam waktu dekat, semua kelengkapan akan kami persiapkan," ujarnya di Jakarta. Langkah ini merupakan respons atas keberhasilan uji coba selama sepekan yang menunjukkan hasil positif.

Jalan Yos Sudarso Kini Beda Total Permanen
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Sebelumnya, kondisi di Jalan Yos Sudarso, khususnya di area dekat pintu keluar tol Plumpang, seringkali memicu kekhawatiran. Banyak laporan masyarakat menyoroti maraknya pengendara roda dua yang nekat memutar balik atau memotong jalur dengan melawan arah, demi mempersingkat perjalanan menuju Plumpang Semper. Praktik ini tidak hanya membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain, tetapi juga disinyalir menjadi lahan praktik pungutan liar.

Dengan skema baru, Jalan Yos Sudarso dipecah menjadi tiga lajur fungsional. Lajur pertama didedikasikan untuk kendaraan yang keluar dari exit tol atau Ramp Off Plumpang, mengarah ke Kantor Kejari Jakut dari Kelapa Gading. Lajur kedua diperuntukkan bagi arus kendaraan dari Kelapa Gading yang ingin melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Sementara itu, lajur ketiga disediakan khusus bagi pengendara yang hendak memutar arah kembali ke Plumpang atau Kelapa Gading.

Wahyu Wijayanto, Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan Sudinhub Jakarta Utara, menjelaskan bahwa penambahan barikade jalan telah dilakukan, membentang dari sebelum exit ramp tol Plumpang hingga Halte Transjakarta. Ini untuk memastikan tidak ada lagi celah bagi pengendara motor untuk melawan arus. "Hasilnya sangat baik. Kami tidak lagi melihat sepeda motor yang melawan arah di jalan tersebut untuk memotong jalur ke Plumpang Semper," imbuh Rudy Saptari.

Untuk mendukung keberlanjutan dan keamanan skema ini, Sudinhub Jakarta Utara berencana memasang separator jalan berbahan semen secara permanen. Selain itu, marka jalan yang jelas akan dibubuhkan, lengkap dengan pemasangan "mata kucing" atau reflektor jalan. Fitur ini krusial untuk meningkatkan visibilitas dan memudahkan pengendara, terutama saat melintas di malam hari.

"Dalam waktu dekat akan kami permanenkan karena sejauh ini rekayasa ini menjadi solusi kemacetan dan mencegah terjadinya pelanggaran lawan arah yang kerap terjadi di lokasi tersebut," tutup Rudy. Penataan ini diharapkan tidak hanya melancarkan arus lalu lintas, tetapi juga secara signifikan meningkatkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan di kawasan tersebut. Uji coba rekayasa lalu lintas ini sendiri berlangsung dari 28 Agustus hingga 5 September 2026.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *