Jakarta Panen Dolar Ekspor Melejit Tajam

Jakarta Panen Dolar Ekspor Melejit Tajam

politicanews.id – Ibu Kota Jakarta kembali menunjukkan taringnya di kancah perdagangan internasional. Sepanjang paruh pertama 2026, nilai ekspor dari Jakarta berhasil menembus angka fantastis 8.587,78 juta dolar Amerika Serikat. Capaian gemilang ini mencerminkan pertumbuhan signifikan sebesar 4,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik BPS DKI Jakarta Kadarmanto pada Senin lalu mengungkapkan lonjakan kinerja ekspor ini didorong kuat oleh sektor non-migas yang menyumbang kenaikan 308,13 juta dolar AS. Tak kalah mengejutkan, ekspor migas juga menunjukkan performa impresif dengan peningkatan 25,60 juta dolar AS. "Sektor migas bahkan mencatat pertumbuhan luar biasa hingga 165,7 persen, sementara non-migas tumbuh 3,74 persen," jelas Kadarmanto.

Jakarta Panen Dolar Ekspor Melejit Tajam
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa industri pengolahan menjadi tulang punggung utama peningkatan ekspor non-migas. Sektor ini membukukan pertumbuhan 427,51 juta dolar AS atau 5,36 persen dibandingkan Januari-Juni 2025, dengan kontribusi hampir 97,79 persen terhadap total ekspor Jakarta.

COLLABMEDIANET

Berbagai produk unggulan Ibu Kota turut menjadi bintang di pasar global. Kendaraan dan komponennya misalnya, mengalami kenaikan ekspor kumulatif sebesar 15,64 persen. Demikian pula dengan logam mulia dan perhiasan permata yang melonjak 10,73 persen. Namun, tidak semua sektor bernasib sama, ekspor alas kaki justru mengalami kontraksi 3,96 persen secara kumulatif.

Kadarmanto juga membeberkan tiga negara tujuan utama yang menjadi pasar favorit produk-produk Jakarta. Thailand memimpin dengan nilai ekspor mencapai 1.301,2 juta dolar AS, didominasi oleh komoditas logam mulia dan perhiasan. Menyusul di belakangnya adalah Amerika Serikat dengan 1.012,68 juta dolar AS, di mana alas kaki, ikan, serta pakaian dan aksesorinya menjadi primadona. Terakhir, Tiongkok menyerap produk Jakarta senilai 872,28 juta dolar AS, dengan lemak dan minyak hewani nabati sebagai komoditas utama. "Ketiga negara ini secara kolektif menyumbang 37,1 persen dari total ekspor Jakarta pada periode Januari hingga Juni 2026," pungkas Kadarmanto.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar