politicanews.id – Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo baru-baru ini melontarkan pernyataan mengejutkan tentang masa depan Indonesia. Menurutnya ekosistem perdagangan karbon yang kredibel di tanah air bukan sekadar langkah maju biasa melainkan sebuah gebrakan signifikan yang akan mengubah lanskap iklim sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. "Ini adalah suatu breakthrough sebuah terobosan yang saya sendiri saksikan dan alami" tegas Hashim di Jakarta Kamis.
Keberhasilan ini didukung penuh oleh berbagai instrumen strategis. Salah satunya adalah Sistem Registrasi Unit Karbon atau SRUK yang kini telah beroperasi. Selain itu Persetujuan Menteri Kehutanan terkait penerbitan unit karbon melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca juga menjadi pilar penting. Hashim menekankan kesiapan regulasi dan infrastruktur SRUK merupakan pencapaian operasional yang telah lama dinanti oleh komunitas global sejak kesepakatan Konferensi Perubahan Iklim COP 21 di Paris Prancis lebih dari satu dekade silam demi mewujudkan pasar karbon yang akuntabel. "SRUK ini yang sudah ditunggu selama sebelas tahun sejak lahirnya Perjanjian Paris pada 2015" imbuhnya.

Ia menjelaskan kesuksesan gemilang ini lahir dari sinergi luar biasa berbagai kementerian lembaga dan seluruh pemangku kepentingan yang bekerja dalam satu ekosistem terpadu. Program perdagangan karbon ini bahkan menjadi salah satu implementasi kebijakan pemerintah yang paling cepat direalisasikan dan mendapat apresiasi luas dari berbagai negara. "Semua pihak dan pelaku memuji hasil kerja pemerintah kita. Ini kabar baik yang saya bawa hari ini bahwa kita kini memasuki babak baru perdagangan karbon" ujarnya bangga.

Related Post
Lebih jauh Hashim meyakini implementasi dan ekosistem perdagangan karbon yang transparan serta kredibel akan menjadi tulang punggung bagi program-program ketahanan energi nasional lainnya. Salah satunya adalah peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya PLTS hingga mencapai 100 Gigawatt sebuah target ambisius yang siap digarap.
Pembangunan PLTS berkapasitas raksasa 100 GW ini merupakan strategi krusial pemerintah untuk memutus ketergantungan pada bahan bakar fosil. Ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam mewujudkan cita-cita ambisius 100 persen listrik dari energi terbarukan dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan. "Saya yakin dengan ini kita bisa menikmati program-program seperti PLTS yang akan segera dimulai menuju 100 GW dan disusul inisiatif lainnya" pungkas Hashim.










Tinggalkan komentar