Harga Minyak Melambung Pemerintah Ambil Langkah Berani

Harga Minyak Melambung Pemerintah Ambil Langkah Berani

politicanews.id – Gejolak geopolitik global kembali memanas memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. Kondisi ini menjadi alarm bagi banyak negara termasuk Indonesia yang kini berupaya keras mengamankan pasokan energinya. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM kini gencar menggenjot pengembangan sektor energi terbarukan sebagai respons strategis menghadapi ketidakpastian rantai pasok energi global.

Wakil Menteri ESDM Yuliot dalam ajang The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 di Jakarta menegaskan langkah ini merupakan bagian integral dari program prioritas pemerintah yang tertuang dalam Astacita. Yuliot meyakini penuh bahwa pengembangan energi terbarukan akan menjadi kunci utama menuju kemandirian energi nasional. Dengan tercapainya swasembada energi seluruh roda perekonomian dapat berputar tanpa hambatan. Sebaliknya tanpa ketersediaan energi yang memadai segala aktivitas ekonomi dan transportasi akan terganggu.

Harga Minyak Melambung Pemerintah Ambil Langkah Berani
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Lebih dari sekadar kemandirian energi Yuliot juga menyoroti potensi besar energi terbarukan dalam menciptakan lapangan kerja baru. Peluang ini dapat terwujud melalui investasi masif dan berbagai inisiatif kewirausahaan yang melibatkan masyarakat Indonesia secara luas.

COLLABMEDIANET

Berbagai inisiatif telah digulirkan Indonesia untuk mempercepat transisi energi. Di antaranya adalah implementasi program biodiesel B50 yang ambisius transformasi kendaraan berbahan bakar fosil menuju era kendaraan listrik serta pembangunan infrastruktur pembangkit listrik berbasis energi surya panas bumi dan tenaga air.

Yuliot sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika pemerintah abai mengantisipasi gejolak geopolitik dengan mempercepat energi terbarukan potensi lonjakan beban subsidi dan kompensasi energi bisa mencapai angka fantastis Rp300 triliun. Angka ini jauh melampaui alokasi anggaran yang telah ditetapkan. Saat ini pemerintah menganggarkan subsidi energi sebesar Rp2101 triliun atau sekitar 6587 persen dari total anggaran subsidi APBN 2026 yang sebesar Rp3189 triliun. Jika digabung dengan kompensasi total anggaran ketahanan energi mencapai Rp3813 triliun.

Sementara itu data perdagangan dari Sputnik menunjukkan harga minyak mentah Brent global melesat menembus angka 96 dolar AS per barel. Kenaikan ini dipicu oleh gelombang baru eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember melonjak 148 persen menjadi 9665 dolar AS per barel. Serupa dengan itu kontrak berjangka minyak jenis WTI untuk pengiriman Oktober juga naik 198 persen menjadi 9220 dolar AS per barel. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan akhir Agustus lalu ketika harga minyak mentah Brent sempat anjlok ke level 862 dolar AS per barel dan WTI turun menjadi 8040 dolar AS per barel.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar