Dialog China-Jepang Terancam? Taiwan Jadi Ganjalan!

Dialog China-Jepang Terancam? Taiwan Jadi Ganjalan!

Politica News – Beijing memberikan sinyal keras terkait kelanjutan dialog dengan Jepang. Pemerintah Tiongkok menyatakan kesediaannya untuk kembali berunding, namun dengan satu syarat krusial: Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, harus menarik kembali pernyataan kontroversialnya mengenai Taiwan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan hal ini dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (10/2).

Lin Jian menekankan bahwa dialog yang konstruktif harus dibangun di atas dasar saling menghormati dan komitmen terhadap kesepakatan yang telah dicapai. Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap pernyataan Takaichi sebelumnya, yang mengindikasikan potensi keterlibatan Jepang dalam isu Taiwan jika terjadi agresi militer dari Tiongkok.

Dialog China-Jepang Terancam? Taiwan Jadi Ganjalan!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Takaichi sendiri, usai kemenangan partainya dalam pemilu, menyatakan niatnya untuk menjaga saluran komunikasi dengan China tetap terbuka, meskipun hubungan bilateral sedang mengalami ketegangan. Namun, Beijing meragukan ketulusan ajakan dialog tersebut, mengingat pernyataan-pernyataan Takaichi sebelumnya yang dianggap provokatif.

COLLABMEDIANET

"Jika ada yang hanya berbicara tentang perlunya dialog sambil terus memicu konfrontasi, maka apa yang disebut ‘dialog’ ini jelas tidak dapat diterima," tegas Lin Jian. Ia mendesak Jepang untuk menunjukkan ketulusan dalam berdialog dengan tindakan nyata, serta mematuhi empat dokumen politik yang menjadi landasan hubungan kedua negara.

Sebelumnya, pada November 2025, Takaichi menyatakan bahwa penggunaan kekuatan militer China terhadap Taiwan dapat mengancam kelangsungan hidup Jepang. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari Beijing, yang menganggapnya sebagai campur tangan dalam urusan internal Tiongkok. Sejak saat itu, China telah mengambil sejumlah langkah balasan, termasuk penangguhan impor produk laut Jepang dan pembatalan pertemuan pejabat tinggi.

Ketegangan antara China dan Jepang semakin diperparah dengan insiden di Laut China Timur, di mana jet tempur Tiongkok diduga mengunci radar ke pesawat Jepang. Insiden ini memicu protes keras dari Tokyo.

Situasi ini menempatkan hubungan China-Jepang di persimpangan jalan. Apakah Takaichi bersedia menarik kembali pernyataannya demi membuka kembali pintu dialog? Atau, akankah ketegangan terus berlanjut, mengancam stabilitas regional? Perkembangan selanjutnya akan menjadi penentu arah hubungan kedua negara. Informasi ini dilansir dari politicanews.id.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar