Politica News – Pemerintah resmi meluncurkan serangkaian stimulus ekonomi untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah mobilitas masyarakat, menjaga daya beli, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Stimulus ini mencakup tiga pilar utama. Pertama, diskon transportasi yang signifikan, yaitu potongan harga 30% untuk tiket kereta api dan kapal laut (Pelni) serta diskon 17-18% untuk tiket pesawat kelas ekonomi. Periode diskon ini berlaku mulai 14 hingga 29 Maret 2026. Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon 100% untuk tarif jasa kepelabuhan selama periode 12-31 Maret 2026.

Kedua, skema work from anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja. Pemerintah mendorong perusahaan untuk menerapkan WFA pada tanggal 16-17 Maret dan 25-27 Maret 2026. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik, tanpa mengganggu produktivitas kerja.

Related Post
Ketiga, bantuan pangan berupa beras 10 kilogram dan dua liter minyak goreng akan disalurkan sekaligus untuk dua bulan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat. Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu dan memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau menjelang Lebaran.
"Melalui kebijakan ini, masyarakat dapat merencanakan mudik dengan lebih fleksibel, sementara aktivitas ekonomi dan pariwisata tetap bergerak," ujar Teddy. Ia menambahkan, bantuan pangan juga akan menjaga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi jutaan keluarga.
Pemerintah berharap stimulus ekonomi ini dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat dalam menyambut Idul Fitri, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan ini adalah wujud komitmen pemerintah untuk hadir dan memberikan solusi bagi masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi global.










Tinggalkan komentar