politicanews.id – Kota Cimahi menunjukkan keteguhan sikap di tengah kepungan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Meski partikel halus telah menyelimuti wilayahnya Pemerintah Kota Cimahi kukuh mempertahankan skema pembelajaran tatap muka di seluruh jenjang pendidikan.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan keputusan ini didasari penilaian bahwa dampak paparan abu saat ini belum mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. "Efeknya di Cimahi memang sudah terasa debunya sangat halus. Namun untuk sementara kegiatan belajar mengajar masih berlangsung luring seperti biasa" ujarnya pada Senin.

Meski demikian Ngatiyana menekankan bahwa Pemkot Cimahi tidak akan lengah. Evaluasi mendalam akan segera dilakukan apabila intensitas paparan abu meningkat signifikan berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pengajar. Sebagai langkah antisipasi Dinas Pendidikan Kota Cimahi telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh satuan pendidikan. Peserta didik dan guru diwajibkan mengenakan masker selama beraktivitas di lingkungan sekolah.

Related Post
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Nana Suyatna menambahkan selain kewajiban penggunaan masker pihak sekolah juga diminta untuk membatasi segala bentuk kegiatan di luar ruangan. "Kami juga menginstruksikan agar jendela dan pintu ruang kelas tetap tertutup rapat. Ini adalah upaya preventif untuk meminimalkan kontak langsung dengan abu vulkanik" jelas Nana.
Dinas Pendidikan Cimahi juga berencana menggelar rapat koordinasi lintas dinas dalam waktu dekat. Pertemuan ini bertujuan untuk memantau perkembangan terkini paparan abu Anak Krakatau dan menyelaraskan kebijakan dengan daerah lain di Bandung Raya. "Sejauh ini belum ada wilayah di Bandung Raya yang menerapkan pembelajaran jarak jauh. Hasil rapat koordinasi akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya terkait skema KBM di Cimahi" pungkasnya.










Tinggalkan komentar