politicanews.id – Gunung Anak Krakatau menunjukkan penurunan aktivitas vulkanik yang signifikan belakangan ini. Namun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG mengingatkan bahwa potensi letusan susulan masih sangat tinggi dan tidak bisa dianggap remeh. Kepala PVMBG Rita Susilawati menegaskan kondisi tenang ini bukan berarti ancaman telah berakhir.
Tim ahli PVMBG terus berjaga 24 jam penuh memantau setiap pergerakan gunung api di Selat Sunda tersebut. Seluruh data dan hasil analisis akan segera disampaikan kepada otoritas daerah guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk.

Rita juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap sebaran abu vulkanik. Arah pergerakan abu sangat dinamis mengikuti embusan angin dan berpotensi berubah setiap saat. Pada awal September lalu misalnya sebaran abu sempat terdeteksi meluas hingga ke Samudra Hindia. Untuk memitigasi risiko terhadap penerbangan PVMBG menjalin kerja sama erat dengan BMKG serta stasiun pengamatan di Australia demi akurasi prediksi arah angin.

Related Post
Status Gunung Anak Krakatau saat ini masih bertahan di Level III Siaga. Rita menjelaskan penetapan level ini bukan didasarkan pada besaran letusan melainkan pada tingkat ancaman bahaya yang ditimbulkan bagi masyarakat dan aktivitas di sekitar wilayah tersebut.
Oleh karena itu PVMBG secara tegas melarang segala bentuk aktivitas masyarakat termasuk nelayan dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah demi keselamatan jiwa. Rita menambahkan bahwa waktu pasti terjadinya letusan memang tidak dapat diprediksi. Namun timnya akan terus berupaya membaca setiap sinyal dan tanda-tanda alam untuk memberikan peringatan dini yang akurat.










Tinggalkan komentar