Kategori: Politik

  • RI Siap Gempur El Nino, Swasembada Pangan Jadi Senjata?

    RI Siap Gempur El Nino, Swasembada Pangan Jadi Senjata?

    Politica News – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, dengan nada optimis menyatakan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan, khususnya beras, dan siap menghadapi ancaman El Nino. Komoditas beras, menurutnya, menjadi tolok ukur utama ketahanan pangan nasional.

    Amran menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor beras medium, menandakan swasembada yang sempurna. "Ini dicapai hanya dalam waktu 1 tahun dari rencana Bapak Presiden 4 tahun," ujarnya di Jakarta, Jumat lalu. Ia mengapresiasi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berhasil mendorong swasembada pangan. Swasembada yang ideal, menurutnya, adalah ketika kebutuhan konsumsi masyarakat dapat dipenuhi sepenuhnya dari hasil petani dan peternak dalam negeri.

     RI Siap Gempur El Nino, Swasembada Pangan Jadi Senjata?
    Gambar Istimewa : img.antaranews.com

    Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa beras menjadi fokus utama karena merupakan bagian terbesar dari konsumsi harian masyarakat Indonesia. "Presiden kita hebat. Capaian hari ini pangan aman, beras yang mendominasi. Itu karena lebih dari 50 persen persentase beras setiap hari kita makan. Tambah telur, daging ayam, jagung pakan, bawang merah, cabai juga sudah swasembada, minyak goreng kita suplai dunia," tambahnya.

    Data dari Bapanas menunjukkan bahwa skor Pola Pangan Harapan (PPH) Indonesia tahun 2025 menempatkan konsumsi padi-padian di atas 50 persen. Sisanya terdiri dari pangan hewani (12,7 persen), minyak dan lemak (12,4 persen), sayur dan buah (6,8 persen), gula (4 persen), serta kacang-kacangan, umbi-umbian, dan lainnya.

    Dengan kondisi ini, Amran optimistis Indonesia mampu menghadapi dampak El Nino, terutama berkat perhatian besar Presiden Prabowo terhadap sektor pangan. "Krisis pangan dunia karena ada El Nino, kita bisa hadapi. Indonesia alhamdulillah, negara lain waswas. Itu berkat kebijakan Bapak Presiden. Ingat, kita sudah swasembada protein dan karbohidrat. Protein Indonesia sudah cukup, bisa ekspor. Kemudian karbohidrat juga swasembada," tegasnya.

    Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai 4,8 juta ton hingga pertengahan April 2026. "Alhamdulillah, stok Bulog 4,8 juta ton. Maksimal 1 minggu lagi bisa mencapai 5 juta ton. Ini adalah capaian yang tertinggi dan tidak pernah terjadi," ungkap Amran.

    Bapanas mencatat bahwa per 16 April, total stok beras yang dikelola Bulog mencapai 4,8 juta ton, terdiri dari CBP 4,78 juta ton dan komersial 19,9 ribu ton. Realisasi pengadaan setara beras dari produksi dalam negeri mencapai 2,04 juta ton. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Tanpa Perikanan secara nasional terjaga di atas 120 sejak Juli 2024, dengan indeks tertinggi dalam 7 tahun terakhir tercapai pada Desember 2025 dan Februari 2026, yaitu 126,11.

    Swasembada karbohidrat dan protein juga tercermin pada komoditas beras, telur ayam ras, daging ayam, dan jagung pakan. Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2025 menunjukkan bahwa Indonesia tidak akan mengimpor beras karena produksi dalam negeri (34,69 juta ton) mampu memenuhi kebutuhan konsumsi tahunan (31,16 juta ton). Hal serupa juga berlaku untuk daging ayam ras dan telur ayam ras, di mana produksi dalam negeri melampaui kebutuhan konsumsi nasional. Untuk jagung pakan, setelah sempat impor pada tahun 2024, dipastikan tidak ada impor lagi pada tahun 2025 karena produksi dalam negeri mencukupi.

  • Migas Dongkrak APBD: Daerah Makin Kaya?

    Migas Dongkrak APBD: Daerah Makin Kaya?

    Politica News – Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) memegang peranan vital dalam menopang perekonomian daerah. Kontribusi sektor ini tidak hanya terbatas pada penerimaan negara, tetapi juga menjadi sumber pendapatan utama bagi daerah melalui dana bagi hasil (DBH) migas dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) migas.

    Rinto Pudyantoro, seorang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pertamina, menjelaskan bahwa dampak ekonomi dari industri hulu migas sangat luas. Penerimaan negara dan daerah menjadi salah satu mekanisme penting dalam hal ini. "Kontribusi hulu migas terhadap daerah dapat dilihat secara langsung dari DBH migas dan PBB migas. Ini adalah bentuk nyata penerimaan yang langsung masuk ke kas daerah dan menjadi bagian dari APBD," ujarnya.

     Migas Dongkrak APBD: Daerah Makin Kaya?
    Gambar Istimewa : img.antaranews.com

    DBH migas, sebagai bagian dari penerimaan negara, didistribusikan kembali ke daerah penghasil. Sementara itu, PBB migas menjadi komponen pajak terbesar yang memberikan kontribusi signifikan. Secara nasional, sektor migas menyumbang sekitar setengah dari total penerimaan PBB, di mana sebagian besar (98%) didistribusikan kembali ke daerah.

    Kabupaten Tanjung Jabung, Jambi, menjadi contoh nyata manfaat industri hulu migas. Operasional PetroChina International Jabung Ltd memberikan kontribusi sekitar Rp698 miliar melalui DBH migas dan Rp280 miliar dari PBB sektor migas pada tahun 2025, menurut data Kementerian Keuangan. Kontribusi ini menjadi yang terbesar di Jambi dan mendukung pembangunan daerah, termasuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan program kesejahteraan masyarakat.

    Rinto menambahkan bahwa dampak industri hulu migas melampaui penerimaan langsung. "Aktivitas hulu migas menciptakan efek berantai, mulai dari penciptaan lapangan kerja, perputaran ekonomi lokal hingga dukungan terhadap sektor lain seperti listrik dan industri," jelasnya.

    Dengan kontribusi yang berkelanjutan, industri hulu migas diharapkan tetap menjadi pilar utama dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah, daerah, dan pelaku industri menjadi kunci untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi sektor ini secara berkelanjutan.

  • Helikopter Hilang Kontak di Kalbar, Tim SAR Dikerahkan!

    Helikopter Hilang Kontak di Kalbar, Tim SAR Dikerahkan!

    Politica News – Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI/Polri, dan relawan dikerahkan untuk mencari helikopter PK-CFX yang hilang kontak dalam penerbangan dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Kamis (4/4). Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, memastikan bahwa personel terbaik dari Kantor SAR Pontianak dan Pos SAR Sintang telah diterjunkan dengan peralatan lengkap.

    Helikopter jenis Airbus H-130 tipe H-130T2 tersebut lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Manukung, Kabupaten Melawi pukul 07.34 WIB dan dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB dalam penerbangan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

    Helikopter Hilang Kontak di Kalbar, Tim SAR Dikerahkan!
    Gambar Istimewa : img.antaranews.com

    Menurut data yang diterima hingga pukul 11.00 WIB, posisi terakhir helikopter terdeteksi di sekitar Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Helikopter tersebut membawa delapan orang, termasuk pilot Capt Marindra W dan co-pilot Harun Arasyd, serta enam penumpang lainnya.

    Basarnas mengedepankan prinsip aksi cepat dan terukur dalam misi pencarian dan pertolongan ini, sebagaimana yang diterapkan dalam penanganan insiden non-bencana alam lainnya. Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan memberikan informasi yang relevan kepada tim SAR jika memiliki petunjuk terkait keberadaan helikopter tersebut. Informasi lebih lanjut akan disampaikan seiring perkembangan pencarian oleh tim gabungan di lapangan.

  • Sapu-Sapu Setu Babakan Jadi Target Operasi!

    Sapu-Sapu Setu Babakan Jadi Target Operasi!

    Politica News – Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu di saluran penghubung (Phb) Setu Babakan, Jagakarsa. Langkah ini merupakan bagian dari upaya serentak di seluruh DKI Jakarta untuk mengatasi dampak negatif keberadaan ikan invasif tersebut.

    Arief Prakoso, Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa operasi ini dilaksanakan pada Jumat (17/4), dimulai dengan apel kegiatan pada pukul 07.30 WIB. Proses penangkapan akan dilanjutkan dengan pemusnahan dan penguburan ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap.

     Sapu-Sapu Setu Babakan Jadi Target Operasi!
    Gambar Istimewa : img.antaranews.com

    Operasi ini melibatkan berbagai unsur penting, termasuk Sudin KPKP Jaksel, Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) DKI Jakarta, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan, Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, dan Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan.

    Pembersihan sungai dan saluran air dari ikan sapu-sapu merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ikan ini dianggap merusak ekosistem karena menghancurkan tanggul dan memangsa ikan lain beserta telurnya. Selain penangkapan ikan sapu-sapu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperbaiki saluran air dan mengeruk lumpur sebagai persiapan menghadapi musim hujan yang diperkirakan tiba pada September 2026. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir potensi banjir dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Jakarta Selatan.

  • Kedelai Stabil, Tahu-Tempe Aman di Kantong?

    Kedelai Stabil, Tahu-Tempe Aman di Kantong?

    Politica News – Pemerintah bergerak cepat mengamankan pasokan dan harga kedelai di tengah gejolak geopolitik global. Langkah ini diambil untuk memastikan harga tahu dan tempe, makanan pokok rakyat Indonesia, tetap terjangkau.

    Tekanan ekonomi global akibat konflik dan ketidakpastian politik telah memicu fluktuasi harga komoditas, termasuk kedelai. Pemerintah menyadari betul dampak langsungnya terhadap industri tahu tempe, yang mayoritas pelakunya adalah usaha kecil dan menengah (UKM).

    Kedelai Stabil, Tahu-Tempe Aman di Kantong?
    Gambar Istimewa : img.antaranews.com

    Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah berupaya menjaga harga kedelai sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan. Upaya ini melibatkan koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait, serta kerjasama dengan para importir dan produsen tahu tempe.

    Pemerintah berharap, dengan langkah-langkah ini, masyarakat tetap dapat menikmati tahu dan tempe sebagai sumber protein nabati yang murah dan mudah didapatkan. Stabilitas harga kedelai juga diharapkan dapat menjaga kelangsungan usaha para produsen tahu tempe, yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.

  • Ukhuwah & Ekologi: Pesan Menag di Halal Bihalal MUI

    Ukhuwah & Ekologi: Pesan Menag di Halal Bihalal MUI

    Politica News – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam untuk memperkuat tali persaudaraan (ukhuwah) dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui konsep ekoteologi. Ajakan ini disampaikan dalam acara Silaturahmi Nasional dan Halal Bihalal Idul Fitri yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

    Dalam sambutannya di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu, Menag Nasaruddin menekankan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi rutin pasca-Lebaran. Lebih dari itu, halal bihalal adalah momentum penting untuk memperbaiki hubungan antar sesama manusia dan membersihkan hati dari segala bentuk prasangka buruk. "Halal bihalal adalah cara kita meluruskan kembali hubungan, menghalalkan yang sempat tersimpan di hati, serta merawat keikhlasan dan kerendahan hati," ujarnya.

     Ukhuwah & Ekologi: Pesan Menag di Halal Bihalal MUI
    Gambar Istimewa : img.antaranews.com

    Menag juga menyoroti pentingnya memperluas makna ukhuwah, tidak hanya terbatas pada ukhuwah Islamiyah dan wathaniyah, tetapi juga mencakup hubungan harmonis antara manusia dengan seluruh ciptaan Tuhan, termasuk alam semesta. Kesadaran ini, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam membangun ekoteologi, yaitu keselarasan antara manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi dengan alam sebagai sesama makhluk Allah. "Tidak mungkin kita menjadi khalifah yang berhasil tanpa dukungan alam semesta yang kondusif," tegasnya.

    Imam Besar Masjid Istiqlal ini juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada MUI dan seluruh ormas Islam atas kontribusi mereka yang tak ternilai sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini dalam menjaga ketahanan sosial bangsa. Ia menyebut bahwa ormas Islam dan para ulama memiliki peran strategis sebagai penyejuk masyarakat, pemberi arah, sekaligus penggerak solusi dalam berbagai situasi, termasuk di masa-masa sulit. "Kontribusi ini mungkin tidak selalu tercatat dalam statistik, tetapi jejaknya nyata dalam ketahanan sosial bangsa," ungkapnya.

    Menag Nasaruddin menambahkan bahwa organisasi keagamaan memiliki kekuatan unik karena kedekatannya dengan masyarakat hingga ke lapisan terbawah. Peran tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari dakwah, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga advokasi sosial, bahkan sampai ke tingkat global.

    Dalam menghadapi tantangan global saat ini, seperti disrupsi informasi dan dinamika geopolitik yang kompleks, Menag menilai peran MUI semakin krusial sebagai penuntun arah, penjaga keseimbangan, dan rujukan umat di tengah perbedaan pendapat. Pemerintah, kata dia, memandang MUI dan ormas Islam sebagai mitra strategis yang tak tergantikan dalam pembangunan bangsa. Ia berharap ormas Islam tetap konsisten menjadi pengayom umat, penunjuk arah di tengah perbedaan, serta kekuatan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    "Silaturahim hari ini tentu bukan sekadar pertemuan, tetapi pengingat bahwa bangsa ini kuat karena ada nilai, ada ulama, dan ada kebersamaan yang terus terawat," pungkas Menag.

  • Limbah Jadi Berkah: Kalsel Selamatkan Hutan!

    Limbah Jadi Berkah: Kalsel Selamatkan Hutan!

    Politica News – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengambil langkah inovatif dalam upaya rehabilitasi hutan hujan tropis di Banjarbaru. Limbah organik, yang selama ini sering terabaikan, kini diolah menjadi kompos ramah lingkungan. Inisiatif ini tidak hanya mendukung pelestarian hutan, tetapi juga memperkuat praktik pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.

    Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, menjelaskan bahwa dedaunan dan sampah organik dari lingkungan perkantoran kini dimanfaatkan secara optimal. Prosesnya dimulai dengan pencacahan menggunakan mesin khusus untuk mempercepat dekomposisi bahan baku kompos.

     Limbah Jadi Berkah: Kalsel Selamatkan Hutan!
    Gambar Istimewa : img.antaranews.com

    "Kami telah mengumpulkan beberapa karung bahan organik dari sisa daun dan serasah. Kemudian, bahan-bahan ini diolah melalui mesin pencacah untuk mempercepat proses penguraian," ungkap Fathimatuzzahra.

    Setelah dicacah, bahan organik tersebut diproses menggunakan metode pengomposan terstandar. Proses ini meliputi pengaturan kelembapan, aerasi, dan waktu fermentasi yang tepat untuk menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi.

    Kompos yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk memelihara tanaman di kawasan taman hutan, termasuk mendukung kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di berbagai lokasi. Penggunaan kompos organik tidak hanya meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman, tetapi juga memperbaiki struktur tanah dan menjaga keseimbangan unsur hara secara alami, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis.

    Fathimatuzzahra menekankan bahwa inovasi ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia secara bertahap. Selain itu, pemanfaatan limbah organik dari berbagai sumber, seperti BPTH, Tahura, dan internal dinas, dapat memaksimalkan efisiensi pengelolaan kawasan hutan.

    Upaya ini juga mampu menekan volume limbah organik yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal, memberikan nilai tambah ekologis sekaligus efisiensi dalam pengelolaan kawasan hutan.

    "Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sejalan dengan upaya pelestarian hutan tropis serta peningkatan kualitas ekosistem di Kalsel," pungkas Fathimatuzzahra. Inisiatif Dishut Kalsel ini menjadi contoh bagaimana limbah dapat diubah menjadi sumber daya berharga untuk mendukung pelestarian lingkungan.

  • Rupiah Bersemi: Asa Damai Iran-AS Dongkrak Nilai Tukar?

    Rupiah Bersemi: Asa Damai Iran-AS Dongkrak Nilai Tukar?

    Politica News – Rupiah menunjukkan sinyal positif di pasar valuta asing pada Rabu pagi (26/06/2024), menguat tipis 4 poin ke level Rp17.123 per dolar AS. Sentimen pasar tampaknya terpengaruh oleh harapan baru terkait potensi negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran.

    Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa optimisme pasar terhadap ruang negosiasi kedua antara AS dan Iran menjadi katalis utama penguatan rupiah. "Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.070 – Rp17.120 hari ini, didorong ekspektasi penurunan harga minyak dan pelemahan indeks dolar AS," ujarnya kepada Politica News.

    Rupiah Bersemi: Asa Damai Iran-AS Dongkrak Nilai Tukar?
    Gambar Istimewa : img.antaranews.com

    Kabar mengenai potensi negosiasi ini mencuat setelah laporan Sputnik menyebutkan bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, berpotensi kembali memimpin delegasi Amerika Serikat dalam perundingan dengan Iran. Bahkan, mantan Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa putaran negosiasi berikutnya dapat berlangsung dalam waktu dekat di Pakistan.

    Sebelumnya, perundingan serupa telah dilakukan di Islamabad, Pakistan, dengan tujuan mengakhiri konflik antara AS-Israel dan Iran yang dimulai pada Februari lalu. Sayangnya, perundingan tersebut belum membuahkan kesepakatan konkret.

    "Negosiasi kedua belum menjamin kesepakatan, namun harapan penurunan harga minyak tetap terjaga," imbuh Rully.

    Dari sisi domestik, tingginya permintaan pada lelang obligasi pemerintah turut memberikan sentimen positif. Permintaan obligasi naik 34 persen, terutama pada tenor menengah yang mencapai Rp42 triliun, sehingga mendorong penurunan yield obligasi sebesar 20 hingga 30 basis poin. Meskipun demikian, Rully mengingatkan bahwa beban pembayaran bunga utang masih menjadi perhatian terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Informasi ini dikutip dari Antara dan diolah kembali oleh tim redaksi Politica News.

  • Saksi & Korban Lebih Aman? UU Direvisi!

    Saksi & Korban Lebih Aman? UU Direvisi!

    Politica News – Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban (UU PSDK) akan segera memasuki babak baru. Rapat paripurna pada Senin (13/4) telah menyetujui pembahasan revisi undang-undang ini, menandakan langkah maju dalam upaya memperkuat perlindungan bagi mereka yang rentan dalam proses peradilan pidana.

    Revisi UU PSDK ini menjanjikan cakupan perlindungan yang lebih luas. Hal ini menjadi angin segar bagi upaya penegakan hukum yang berkeadilan, di mana saksi dan korban seringkali berada dalam posisi yang lemah dan membutuhkan jaminan keamanan serta dukungan.

     Saksi & Korban Lebih Aman? UU Direvisi!
    Gambar Istimewa : img.antaranews.com

    Perluasan perlindungan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak saksi untuk berani memberikan keterangan yang benar dan jujur tanpa rasa takut. Dengan demikian, proses peradilan dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel, serta meminimalisir potensi terjadinya impunitas bagi pelaku kejahatan.

    Namun, implementasi revisi UU PSDK ini tentu akan menjadi tantangan tersendiri. Diperlukan koordinasi yang solid antar lembaga penegak hukum, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan saksi dan korban. Politicanews.id akan terus mengawal perkembangan revisi UU ini dan menginformasikan kepada publik mengenai dampaknya terhadap sistem peradilan pidana di Indonesia.

  • Hadiah 1 Juta Dolar Menanti: Nominasi Penghargaan Kemanusiaan Dibuka!

    Hadiah 1 Juta Dolar Menanti: Nominasi Penghargaan Kemanusiaan Dibuka!

    Politica News – Pendaftaran nominasi untuk Zayed Award for Human Fraternity (Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia) 2027 resmi dibuka. Penghargaan prestisius ini mencari individu, lembaga, atau organisasi yang berjasa besar dalam memperkokoh persaudaraan umat manusia di seluruh dunia.

    Konselor Mohamed Abdel Salam, Sekretaris Jenderal Zayed Award for Human Fraternity, menyatakan bahwa pembukaan nominasi edisi kedelapan ini adalah wujud komitmen berkelanjutan untuk menyoroti dan mengapresiasi upaya kemanusiaan yang luar biasa. Upaya-upaya ini dinilai berkontribusi signifikan dalam melayani kemanusiaan dan mempromosikan nilai-nilai persaudaraan di kancah global.

    Hadiah 1 Juta Dolar Menanti: Nominasi Penghargaan Kemanusiaan Dibuka!
    Gambar Istimewa : img.antaranews.com

    Penghargaan ini, yang diberikan setiap tahun, ditujukan bagi mereka yang aktif memupuk persaudaraan, mendukung dialog antarperbedaan, serta mempromosikan toleransi dan solidaritas. Nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam penghargaan ini terinspirasi dari Dokumen Persaudaraan Manusia yang bersejarah, ditandatangani oleh Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al-Tayeb dan mendiang Paus Fransiskus. Penghargaan ini juga merupakan penghormatan terhadap warisan Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan, yang gigih memperjuangkan nilai-nilai persaudaraan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan bantuan tanpa memandang perbedaan agama, gender, ras, atau kebangsaan.

    Proses pendaftaran nominasi dapat dilakukan melalui situs resmi zayedaward.org hingga 1 Oktober 2026. Abdel Salam berharap akan menerima banyak nominasi berkualitas dari individu dan lembaga yang berkontribusi nyata dalam memperkuat nilai-nilai persaudaraan di seluruh dunia.

    Penerima penghargaan bergengsi ini akan menerima hadiah sebesar 1 juta dolar AS. Hadiah ini pertama kali diumumkan setelah pertemuan bersejarah antara Grand Syekh Al Azhar dan mendiang Paus Fransiskus di Abu Dhabi pada tahun 2019. Sejak saat itu, penghargaan ini telah diberikan kepada 20 individu dan organisasi dari 20 negara atas kontribusi mereka di berbagai bidang kemanusiaan, termasuk kesehatan, pendidikan, keberlanjutan, dukungan pengungsi, pengembangan masyarakat, penyediaan makanan bagi korban krisis, pemberdayaan pemuda dan perempuan, dan banyak lagi.

    Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), pernah meraih penghargaan Zayed Award pada tahun 2024 atas peran mereka dalam mempromosikan perdamaian dan solidaritas internasional di tingkat akar rumput. Informasi lebih lanjut mengenai penghargaan ini dapat diakses melalui politicanews.id.