Rupiah Bersemi: Asa Damai Iran-AS Dongkrak Nilai Tukar?

Rupiah Bersemi: Asa Damai Iran-AS Dongkrak Nilai Tukar?

Politica News – Rupiah menunjukkan sinyal positif di pasar valuta asing pada Rabu pagi (26/06/2024), menguat tipis 4 poin ke level Rp17.123 per dolar AS. Sentimen pasar tampaknya terpengaruh oleh harapan baru terkait potensi negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa optimisme pasar terhadap ruang negosiasi kedua antara AS dan Iran menjadi katalis utama penguatan rupiah. "Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.070 – Rp17.120 hari ini, didorong ekspektasi penurunan harga minyak dan pelemahan indeks dolar AS," ujarnya kepada Politica News.

Rupiah Bersemi: Asa Damai Iran-AS Dongkrak Nilai Tukar?
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Kabar mengenai potensi negosiasi ini mencuat setelah laporan Sputnik menyebutkan bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, berpotensi kembali memimpin delegasi Amerika Serikat dalam perundingan dengan Iran. Bahkan, mantan Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa putaran negosiasi berikutnya dapat berlangsung dalam waktu dekat di Pakistan.

COLLABMEDIANET

Sebelumnya, perundingan serupa telah dilakukan di Islamabad, Pakistan, dengan tujuan mengakhiri konflik antara AS-Israel dan Iran yang dimulai pada Februari lalu. Sayangnya, perundingan tersebut belum membuahkan kesepakatan konkret.

"Negosiasi kedua belum menjamin kesepakatan, namun harapan penurunan harga minyak tetap terjaga," imbuh Rully.

Dari sisi domestik, tingginya permintaan pada lelang obligasi pemerintah turut memberikan sentimen positif. Permintaan obligasi naik 34 persen, terutama pada tenor menengah yang mencapai Rp42 triliun, sehingga mendorong penurunan yield obligasi sebesar 20 hingga 30 basis poin. Meskipun demikian, Rully mengingatkan bahwa beban pembayaran bunga utang masih menjadi perhatian terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Informasi ini dikutip dari Antara dan diolah kembali oleh tim redaksi Politica News.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar