Penulis: Roestamar

  • Beniyanto Tamoreka Dilarang Nyaleg Lagi? Ini Dia Sanksi MKD!

    Beniyanto Tamoreka Dilarang Nyaleg Lagi? Ini Dia Sanksi MKD!

    Politica News – Geger! Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI menjatuhkan sanksi tegas kepada Beniyanto Tamoreka, anggota DPR Fraksi Partai Golkar. Bukan sekadar teguran biasa, MKD merekomendasikan agar politikus asal Sulawesi Tengah ini tak lagi diusung sebagai calon legislatif pada Pemilu 2029. Keputusan ini diambil setelah MKD menggelar sidang terkait pengaduan yang menyebut Beniyanto melakukan tindakan tidak menyenangkan terhadap anggota DPRD setempat menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kabupaten Banggai, 5 April lalu.

    Ketua MKD, Nazaruddin Dek Gam, mengungkapkan hasil persidangan di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025). "Sidang memutuskan sanksi teguran keras terhadap teradu, serta merekomendasikan agar yang bersangkutan tidak dicalonkan kembali sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Sulawesi Tengah pada Pemilu mendatang," tegasnya.

    Beniyanto Tamoreka Dilarang Nyaleg Lagi? Ini Dia Sanksi MKD!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Langkah MKD ini jelas menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan karier politik Beniyanto. Rekomendasi tersebut, meskipun bersifat imbauan kepada Fraksi Partai Golkar, menunjukkan keseriusan MKD dalam menegakkan etika dan integritas anggota dewan. Publik pun kini menunggu respon Partai Golkar terhadap rekomendasi tersebut. Akankah partai berlambang pohon beringin itu menuruti rekomendasi MKD? Ataukah akan tetap memberikan dukungan kepada Beniyanto? Pertanyaan ini menjadi sorotan tajam bagi pengamat politik dan masyarakat luas. Langkah selanjutnya dari Beniyanto sendiri juga akan menjadi perhatian publik. Apakah ia akan menerima keputusan MKD atau akan mengambil langkah hukum? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

  • Prabowo di Malaysia: KTT ASEAN dan Pertemuan Rahasia?

    Prabowo di Malaysia: KTT ASEAN dan Pertemuan Rahasia?

    Politica News – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Malaysia bukan sekadar menghadiri KTT ASEAN ke-46. Di balik agenda resmi yang padat, terdapat indikasi pertemuan bilateral rahasia yang menarik perhatian. Kedatangannya di Bandar Udara Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) Subang, Minggu (25/5/2025), disambut meriah oleh pejabat tinggi Malaysia dan perwakilan Indonesia. Suasana hangat ini menimbulkan spekulasi mengenai isi pembicaraan di luar rangkaian KTT ASEAN.

    Prabowo, yang diagendakan menghadiri sesi-sesi penting KTT ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), termasuk penandatanganan "Kuala Lumpur Declaration of ASEAN 2045: Our Shared Future," juga dikabarkan akan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara. Identitas para pemimpin tersebut masih dirahasiakan, meningkatkan rasa penasaran publik dan kalangan analis politik. Apakah pertemuan-pertemuan ini berkaitan dengan isu strategis regional, atau bahkan perkembangan politik domestik?

    Prabowo di Malaysia: KTT ASEAN dan Pertemuan Rahasia?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Sambutan hangat dari Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, YB Datuk Seri Haji Mohammad Bin Sabu, dan pejabat lainnya, menunjukkan tingkat pentingnya kunjungan Prabowo bagi Malaysia. Kehadiran pasukan jajar kehormatan juga menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekedar acara protokoler biasa. Setelah tiba di Kuala Lumpur, Prabowo langsung menuju hotel, meninggalkan banyak pertanyaan yang menunggu jawaban.

    Momen pertemuan dengan diaspora Indonesia di Malaysia malam harinya menambah dimensi humanis pada kunjungan ini. Di tengah kesibukan agenda kenegaraan, Prabowo menyempatkan diri untuk bertemu dan berinteraksi dengan warga negara Indonesia di perantauan, menunjukkan kepeduliannya terhadap warga Indonesia di luar negeri. Namun, misteri pertemuan bilateral tetap menjadi fokus utama yang menunggu untuk terungkap. Apakah akan ada pengumuman resmi mengenai hasil pertemuan tersebut setelah KTT ASEAN berakhir? Kita tunggu saja beritanya.

  • Prabowo di Malaysia: Sambutan Hangat Diaspora Indonesia!

    Prabowo di Malaysia: Sambutan Hangat Diaspora Indonesia!

    Politica News – Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Malaysia menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-46 disambut meriah oleh diaspora Indonesia. Suasana hangat tercipta di Bandar Udara Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) Subang Minggu (25/5/2025) pukul 19.20 Waktu Piawai Malaysia (WPM), saat Prabowo tiba dan disambut dengan upacara penyambutan resmi. Kehadiran beliau di tanah Melayu ini bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa, melainkan juga momentum penting bagi persatuan dan kebanggaan warga Indonesia di perantauan.

    Begitu melangkahkan kaki di tanah Malaysia, Prabowo langsung disambut dengan penghormatan tinggi. Barisan pasukan jajar kehormatan yang gagah berdiri tegak di sisi landasan pacu menjadi saksi bisu kejayaan dan kehormatan negara. Gestur hormat Prabowo kepada pasukan tersebut pun menunjukkan keseriusan dan penghormatan beliau terhadap tugas dan pengabdian mereka. Usai menjalani prosesi resmi, Presiden kemudian beranjak menuju kendaraan yang telah disiapkan, siap melanjutkan agenda pentingnya di negeri jiran.

    Prabowo di Malaysia: Sambutan Hangat Diaspora Indonesia!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Antusiasme diaspora Indonesia menunjukkan ikatan kuat antara warga negara dengan pemimpinnya. Kedatangan Prabowo diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif dan menguatkan hubungan Indonesia-Malaysia di tingkat masyarakat. Kunjungan ini juga dipandang sebagai bentuk kedekatan pemimpin dengan rakyatnya, di mana pun mereka berada. Lebih dari sekadar pertemuan formal, ini adalah pertemuan yang sarat makna dan mencerminkan semangat persatuan bangsa. Politicianews.id akan terus memantau perkembangan kunjungan Presiden Prabowo di Malaysia.

  • Puan Maharani dan PM China Bahas Gaza di Balik Pintu Tertutup!

    Puan Maharani dan PM China Bahas Gaza di Balik Pintu Tertutup!

    Politica News – Pertemuan tertutup antara Ketua DPR RI Puan Maharani dan Perdana Menteri China Li Qiang di Kompleks Parlemen, Senayan, Minggu (25/5/2025), menyimpan kejutan. Tak hanya membahas kerja sama bilateral di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, pertemuan tersebut juga menyentuh isu sensitif konflik di Gaza, Palestina. Informasi ini disampaikan langsung oleh Puan usai pertemuan tersebut.

    Meskipun detail pembahasan mengenai Gaza dirahasiakan, pernyataan Puan mengindikasikan bahwa konflik kemanusiaan di Palestina menjadi bagian penting dari agenda bilateral. Hal ini menunjukkan keprihatinan Indonesia terhadap situasi di Gaza dan upaya diplomasi yang dilakukan untuk mendorong perdamaian. Puan, yang mewakili parlemen Indonesia, tampaknya memanfaatkan momentum pertemuan dengan PM Li Qiang untuk menyampaikan harapan Indonesia agar China turut berperan aktif dalam mengakhiri konflik dan memberikan dukungan kemanusiaan bagi warga Gaza.

    Puan Maharani dan PM China Bahas Gaza di Balik Pintu Tertutup!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Lebih lanjut, Puan menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga membahas situasi politik dan ekonomi global dan regional. Meskipun rincian pembahasan tidak dibeberkan secara detail, pertemuan ini menunjukkan kedalaman hubungan bilateral Indonesia-China yang meliputi berbagai aspek, dari kerjasama ekonomi hingga isu-isu geopolitik yang kompleks. Kedekatan hubungan kedua negara diharapkan dapat bermanfaat bagi upaya penyelesaian konflik di berbagai belahan dunia, termasuk konflik di Gaza. Pertemuan ini menjadi bukti bahwa Indonesia terus aktif dalam diplomasi internasional untuk mendukung perdamaian dan keadilan.

  • Pensiun Massal Jenderal Bintang Dua!  Siapa Saja?

    Pensiun Massal Jenderal Bintang Dua! Siapa Saja?

    Politica News – Mabes Polri baru saja mengumumkan mutasi besar-besaran yang melibatkan 67 Pati (Perwira Tinggi) Polri pada 20 Mei 2025. Yang mengejutkan, lima jenderal bintang dua atau Irjen Pol memasuki masa pensiun dalam gelombang mutasi ini. Surat Telegram Nomor ST/1084/V/KEP./2025 yang ditandatangani As SDM Kapolri Irjen Anwar menjadi bukti resmi pergantian posisi tersebut. Mutasi ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Selain para jenderal bintang dua, mutasi juga menyentuh sejumlah Perwira Menengah (Pamen) berpangkat Komisaris Besar (Kombes) Polisi.

    Informasi yang berhasil dihimpun politicanews.id menyebutkan, kelima jenderal bintang dua yang memasuki masa pensiun tersebut adalah:

    Pensiun Massal Jenderal Bintang Dua!  Siapa Saja?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net
    1. Irjen Pol Dwi Irianto: Sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara, beliau kini berstatus Pati Polda Sultra dalam rangka pensiun. Pengabdian panjangnya di kepolisian kini memasuki babak baru.

    2. Irjen Pol Jebul Jatmoko: Mantan Widyaiswara Kepolisian Utama TK I Sespim Lemdiklat Polri ini kini juga memasuki masa pensiun sebagai Pati Lemdiklat Polri. Kiprahnya dalam pendidikan dan pelatihan kepolisian selama ini patut diapresiasi.

    (Nama tiga jenderal bintang dua lainnya belum dipublikasikan secara resmi oleh pihak kepolisian. Politicianews.id akan terus berupaya untuk mendapatkan informasi lengkap dan akan segera memperbarui artikel ini jika data tersebut sudah tersedia).

    Mutasi ini bukan sekadar pergantian posisi, tetapi juga menandai berakhirnya satu era kepemimpinan di tubuh Polri. Kelima jenderal ini telah mendedikasikan sebagian besar hidup mereka untuk mengabdi kepada negara. Perpisahan ini tentu menyisakan kenangan dan jejak pengabdian yang tak terlupakan. Kita berharap para penerus mereka dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dengan penuh integritas dan dedikasi. Proses regenerasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga dinamika dan kinerja optimal institusi Polri.

  • Prabowo: Kemitraan RI-China, Kunci Asia yang Damai dan Makmur?

    Prabowo: Kemitraan RI-China, Kunci Asia yang Damai dan Makmur?

    Politica News – Hubungan Indonesia-China menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto. Dalam sambutannya di Indonesia-China Business Reception 2025 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Minggu (25/5/2025), Prabowo menegaskan betapa krusialnya kemitraan strategis kedua negara untuk menjamin perdamaian dan kesejahteraan Asia. Baginya, kerja sama bilateral ini bukan sekadar potensial, melainkan kunci utama stabilitas kawasan.

    "Saya melihat hubungan Indonesia-China sebagai hubungan bilateral yang sangat strategis, penting, dan menjanjikan. Kemitraan ini mampu menentukan kondisi perdamaian dan stabilitas di kawasan kita," tegas Prabowo. Pernyataan ini bukan sekadar retorika diplomatik. Prabowo bahkan mengenang kunjungan pertamanya ke China, bahkan sebelum resmi menjabat sebagai Presiden. "Setelah dilantik, kurang dari tiga minggu, negara pertama yang saya kunjungi sebagai Presiden RI adalah Republik Rakyat Tiongkok," kenangnya, menekankan prioritas hubungan tersebut.

    Prabowo: Kemitraan RI-China, Kunci Asia yang Damai dan Makmur?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Apresiasi Prabowo tak hanya berhenti pada aspek politik. Ia juga memuji nilai-nilai luhur peradaban China yang mengedepankan prinsip saling menguntungkan dan harmoni. Hal ini selaras dengan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan China, yang saat ini merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Dengan kata lain, Prabowo melihat hubungan ini bukan hanya sebagai kepentingan ekonomi semata, melainkan sebagai pilar fundamental bagi stabilitas dan kemakmuran kawasan Asia. Apakah visi ini akan terwujud? Kita tunggu implementasinya.

  • Sembilan Jenderal Baru!  Kejutan di Kepolisian!

    Sembilan Jenderal Baru! Kejutan di Kepolisian!

    Politica News – Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Jumat (23/5/2025) menjadi saksi bisu momentum penting bagi Korps Bhayangkara. Suasana khidmat menyelimuti upacara kenaikan pangkat Perwira Tinggi (Pati) Polri yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Bukan sembarang kenaikan pangkat, acara ini menandai lahirnya sembilan jenderal bintang dua baru! Total 49 personel Polri menerima kenaikan pangkat, dua di antaranya bahkan menyandang pangkat Komisaris Jenderal (Komjen) Pol, yaitu Pudji Prasetijanto Hadi dan Mohammad Iqbal. Sorotan publik pun tertuju pada sembilan perwira tinggi yang berhasil naik pangkat dari Brigadir Jenderal (Brigjen) menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) Pol. Sisanya, 38 personel lainnya naik dari Komisaris Besar (Kombes) menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol.

    Kenaikan pangkat ini bukan sekadar penambahan gelar, melainkan sebuah apresiasi nyata dari institusi Polri atas dedikasi dan pengabdian luar biasa para perwira tinggi tersebut. Kombes Erdi A Chaniago, Kabag Penum Divhumas Polri, menjelaskan bahwa hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh Pati Polri untuk terus berkontribusi optimal bagi institusi dan masyarakat luas. "Kenaikan pangkat adalah bentuk kepercayaan dan amanah dari negara. Ini menjadi penyemangat bagi para perwira tinggi Polri untuk meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan integritas dalam menjalankan tugas," tegas Erdi.

    Sembilan Jenderal Baru!  Kejutan di Kepolisian!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Di balik angka dan pangkat yang membumbung tinggi, terdapat kisah-kisah pengabdian yang terpatri dalam setiap langkah karier para perwira ini. Mereka telah melewati berbagai tantangan dan ujian, mengorbankan waktu dan tenaga demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kenaikan pangkat ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi dan pengorbanan mereka diakui dan dihargai negara. Nama-nama Irjen Pol baru tersebut akan segera dipublikasikan oleh pihak kepolisian. Publik pun menanti kiprah mereka selanjutnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia. Semoga dengan tambahan kekuatan di jajaran perwira tinggi ini, Polri semakin mampu menjalankan tugasnya dengan lebih optimal.

  • Jokowi, Ijazah, dan Protes Keras TPUA!

    Jokowi, Ijazah, dan Protes Keras TPUA!

    Politica News – Geger! Tim Pembela Ulama dan Aktivitas (TPUA) tak terima dengan hasil penyelidikan Bareskrim Polri terkait dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi. Senin depan, mereka akan mendatangi Bareskrim untuk mendesak gelar perkara khusus. Langkah tegas ini diambil setelah Bareskrim menyatakan ijazah Jokowi asli berdasarkan hasil penyelidikan.

    Wakil Ketua TPUA, Rizal Fadillah, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes atas proses penyelidikan yang dianggapnya tidak sesuai prosedur. "Insya Allah, Senin kami bersama tim advokasi akan ke Bareskrim. Kami akan menyampaikan nota protes dan mendesak gelar perkara khusus," tegas Rizal di Jakarta Timur, Sabtu (24/5/2025).

    Jokowi, Ijazah, dan Protes Keras TPUA!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Rizal menjelaskan kronologi kasus ini bermula dari laporan masyarakat (Dumas) yang diajukan oleh Eggi Sudjana, Meidi Juniarto, dan Rustam Effendi pada 9 Desember 2024. Setelah melalui proses yang menurut TPUA janggal, Bareskrim akhirnya mengumumkan penghentian penyelidikan pada 22 Mei 2025.

    "Prosesnya mengejutkan! Penyelidikan dimulai 9 April 2025, surat perintah penyelidikan keluar 10 April, dan dihentikan 22 Mei. Yang paling janggal, gelar perkara tidak melibatkan pengadu, padahal ini berawal dari Dumas," ungkap Rizal dengan nada kecewa. Ia menilai, ketidakhadiran unsur pengadu dalam gelar perkara merupakan pelanggaran prosedur yang serius dan merupakan bentuk ketidakadilan. TPUA menganggap perlu adanya transparansi dan akuntabilitas dalam proses hukum ini. Desakan gelar perkara khusus diharapkan dapat mengungkap semua fakta dan memberikan kepastian hukum.

  • Revisi KUHAP: Benarkah Ancaman Ego Sektoral?

    Revisi KUHAP: Benarkah Ancaman Ego Sektoral?

    Politica News – Revisi Rancangan Undang-Undang Kitab Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang tengah digodok, khususnya penerapan asas dominus litis, menimbulkan kekhawatiran akan munculnya ego sektoral di antara lembaga penegak hukum. Hal ini mengemuka dalam sebuah Forum Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh para pakar dan praktisi hukum, termasuk Abd. Rahmatullah Rorano S, Abu Bakar, Lalu Hartawan Mandala Putra, dan Sekjen Partai Mahasiswa Indonesia, M. Al Hafiz.

    Lalu Hartawan Mandala Putra, salah satu peserta FGD, menyoroti potensi terciptanya hierarki kekuasaan antara Kejaksaan dan Kepolisian akibat asas dominus litis. Ia khawatir, Kejaksaan yang diposisikan lebih tinggi akan memicu persaingan dan ego sektoral yang menghambat terwujudnya sistem peradilan pidana terintegrasi. "Sistem ini berpotensi gagal jika ego sektoral antar lembaga penegak hukum, khususnya Kejaksaan dan Kepolisian, tidak dapat diredam," tegas Hartawan.

    Revisi KUHAP: Benarkah Ancaman Ego Sektoral?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Lebih lanjut, Hartawan juga menyoroti kekhawatiran terkait kewenangan Kejaksaan sebagai pengendali perkara. Proses pengambilan keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan penuntutan dinilai rawan subjektivitas karena minimnya mekanisme pengawasan yang objektif. "Tanpa pengawasan yang transparan dan akuntabel, ada potensi penyalahgunaan wewenang dan ketidakadilan," tambahnya. Kekhawatiran ini tentu saja menjadi sorotan serius mengingat pentingnya integritas dan keadilan dalam sistem peradilan pidana. FGD ini menjadi bukti betapa krusialnya diskusi publik dalam mengawal proses revisi KUHAP agar menghasilkan aturan yang berkeadilan dan efektif. Perdebatan ini menunjukkan betapa kompleksnya tantangan dalam merumuskan sistem hukum yang ideal dan menuntut keseriusan semua pihak untuk memastikan revisi KUHAP tidak malah memperburuk kondisi yang ada.

  • Prabowo Bidik Revolusi Pendidikan: Sekolah Rakyat & Garuda!

    Prabowo Bidik Revolusi Pendidikan: Sekolah Rakyat & Garuda!

    Politica News – Gagasan terbaru Presiden Prabowo Subianto, Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda, menyita perhatian publik. Bukan sekadar wacana, program ini diyakini sebagai upaya revitalisasi sektor pendidikan nasional yang ambisius. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memberikan pencerahan terkait inti kebijakan ini dalam wawancara eksklusif di program One on One Sindonews, Jumat (23/5/2025).

    Menurut Pratikno, inti dari program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda adalah sebuah terobosan ganda: pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitasnya secara simultan. "Program Bapak Presiden Prabowo di bidang pendidikan ini intinya dua hal: pemerataan dan peningkatan kualitas," tegas Pratikno. Ini bukan sekadar janji kampanye, melainkan sebuah strategi terukur untuk menjawab tantangan pendidikan Indonesia yang kompleks. Pemerataan, yang selama ini menjadi kendala utama, akan diatasi dengan program Sekolah Rakyat, sementara Sekolah Unggulan Garuda akan fokus pada peningkatan mutu pendidikan.

    Prabowo Bidik Revolusi Pendidikan: Sekolah Rakyat & Garuda!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Langkah ini dinilai sebagai upaya cerdas untuk menyeimbangkan kebutuhan pendidikan di daerah terpencil dengan peningkatan standar pendidikan secara nasional. Dengan demikian, Indonesia diharapkan mampu mencetak generasi emas yang kompetitif di kancah global, sekaligus memastikan setiap warga negara memiliki akses pendidikan yang layak, terlepas dari latar belakang sosial ekonomi mereka. Program ini menjanjikan perubahan signifikan dalam lanskap pendidikan Indonesia, dan implementasinya akan menjadi kunci keberhasilannya. Politicianews.id akan terus memantau perkembangan program ini dan dampaknya bagi masyarakat Indonesia.