Penulis: Roestamar

  • Sasaran Pembangunan: Ketahanan Pangan Indonesia di Ujung Tanduk?

    Sasaran Pembangunan: Ketahanan Pangan Indonesia di Ujung Tanduk?

    Politica News – Indeks Ketahanan Pangan (IKP) untuk pertama kalinya menjadi sasaran utama pembangunan pangan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Hal ini tertuang jelas dalam Perpres 12/2025, sebuah langkah signifikan yang menandai peningkatan prioritas isu ketahanan pangan di Indonesia. Peluncuran IKP dan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) 2025 oleh Badan Pangan Nasional pada akhir Agustus lalu semakin mengukuhkan hal tersebut.

    Perubahan signifikan terlihat pada indikator IKP dan FSVA tahun ini. Jumlah indikator bertambah menjadi 12, menawarkan pengukuran yang lebih sederhana namun lebih tajam dan akurat. Salah satu perubahan penting adalah penggantian prevalensi gizi kurang dengan prevalensi stunting dalam pengukuran pertumbuhan balita. Langkah ini bertujuan untuk mengukur kerawanan pangan dan gizi kronis secara lebih komprehensif, sekaligus mendukung program pemerintah dalam penanggulangan stunting.

    Sasaran Pembangunan: Ketahanan Pangan Indonesia di Ujung Tanduk?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Pemutakhiran indikator ini juga bertujuan memperkuat cadangan pangan, meningkatkan kualitas ketersediaan dan konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal, serta menjamin keamanan pangan. Prioritas pemerintahan saat ini juga mencakup volatilitas harga pangan, kualitas makanan, dan ketersediaan protein dan energi dari sumber pangan lokal. IKP, yang mencakup tiga aspek krusial (ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan), menjadi alat ukur penting capaian pembangunan ketahanan pangan, kinerja daerah, dan penentuan prioritas pembangunan. Baik pemerintah pusat maupun daerah sama-sama memiliki kepentingan besar terhadap IKP. Bagi pemerintah pusat, IKP berfungsi sebagai alat evaluasi dan pemetaan capaian ketahanan pangan di seluruh wilayah. Sementara bagi daerah, IKP menjadi acuan penting dalam menentukan prioritas intervensi program untuk meningkatkan status ketahanan pangannya.

    Data menunjukkan perbaikan kondisi ketahanan pangan pada 2025 dibandingkan 2024. Jumlah kabupaten/kota yang rentan terhadap rawan pangan menurun dari 92 (17,9%) menjadi 81 (15,76%), sementara jumlah kabupaten/kota yang tahan pangan meningkat dari 422 (82,1%) menjadi 433 (84,24%). Namun, tantangan masih ada. Wilayah timur Indonesia, daerah 3TP (terdepan, terluar, tertinggal, perbatasan), dan wilayah kepulauan masih menjadi area rawan pangan. Papua Pegunungan bahkan seluruhnya masuk kategori rentan rawan pangan, sementara NTT memiliki jumlah kabupaten/kota rentan rawan pangan terbanyak (18). Wilayah-wilayah ini umumnya memiliki rasio konsumsi pangan tinggi, cadangan beras rendah, ketersediaan protein hewani rendah, prevalensi kekurangan gizi tinggi, dan keamanan pangan rendah. Untuk meningkatkan status ketahanan pangan, intervensi program harus diprioritaskan pada lima indikator berkinerja rendah tersebut. Pertanyaan besarnya adalah: apakah pemerintah mampu mengatasi tantangan ini dan memastikan ketahanan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia?

  • Selebgram Lisa Mariana Diperiksa Hari Ini! Kasus Pencemaran Nama Baik Ridwan Kamil Memanas

    Selebgram Lisa Mariana Diperiksa Hari Ini! Kasus Pencemaran Nama Baik Ridwan Kamil Memanas

    Politica News – Hari ini, Selasa (9/9/2025), selebriti Instagram Lisa Mariana dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. Pemeriksaan ini terkait laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Suasana tegang menyelimuti proses hukum ini, mengingat pernyataan-pernyataan Lisa sebelumnya yang cukup kontroversial.

    Kuasa hukum Lisa Mariana, John Boy Nababan, memastikan kliennya akan hadir memenuhi panggilan sebagai saksi terlapor pukul 11.00 WIB. "Hadir jam 11.00 WIB," tegas John dalam keterangan singkatnya. Kehadiran Lisa ini tentu menjadi momen krusial, mengingat sebelumnya jadwal pemeriksaan pada Kamis, 4 September 2025, harus ditunda karena alasan yang tidak dijelaskan secara detail.

    Selebgram Lisa Mariana Diperiksa Hari Ini! Kasus Pencemaran Nama Baik Ridwan Kamil Memanas
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Kasus ini bermula dari serangkaian pernyataan Lisa Mariana di media sosial yang diduga mencemarkan nama baik Ridwan Kamil. Meskipun detail tuduhan belum diungkap secara resmi oleh pihak kepolisian, perkembangan kasus ini terus menarik perhatian publik, terutama mengingat figur publik yang terlibat. Publik pun menantikan hasil pemeriksaan hari ini untuk melihat babak selanjutnya dari drama hukum yang cukup menyita perhatian ini. Apakah Lisa akan memberikan klarifikasi? Atau justru akan muncul fakta-fakta baru yang semakin memperkeruh situasi? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. Politicianews.id akan terus memberikan update terkini terkait kasus ini.

  • Mentan Amran Dukung Misi Hijau Hashim!

    Mentan Amran Dukung Misi Hijau Hashim!

    Politica News – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan dukungan penuh terhadap gagasan Pusat Pelatihan dan Pelestarian Bambu Dunia, sebuah inisiatif ambisius dari Utusan Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim S. Djojohadikusumo. Amran melihat program ini sebagai wujud nyata ekoteologi, sebuah filosofi yang menekankan keseimbangan harmonis antara manusia dan alam. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Amran saat menerima kunjungan Ketua Yayasan Pengrajin Bambu Indonesia (YPBI), Aki Jatnika Nanggamihardja, di kantor Kementerian Pertanian, Senin (8/9/2025). Pertemuan penting ini juga dihadiri oleh pengurus YPBI dan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah.

    Meskipun program tersebut bukan berada di bawah naungan Kementerian Pertanian, Amran menegaskan komitmennya. "Meskipun bukan leading sector kami, saya sangat mendukung segala upaya pelestarian alam," tegas Amran. Ia menambahkan bahwa isu lingkungan hidup telah menjelma menjadi tantangan global yang mendesak, bukan hanya permasalahan domestik.

    Mentan Amran Dukung Misi Hijau Hashim!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Amran melihat ancaman nyata yang ditimbulkan oleh isu lingkungan, seperti krisis iklim, pemanasan global, dan target net zero emission, sebagai ketidakpastian besar bagi masa depan. Oleh karena itu, menurutnya, inisiatif Hashim merupakan langkah progresif dan konkret dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. "Ini adalah ekoteologi dalam tindakan," puji Amran. "Pak Hashim tidak hanya mengkampanyekan, tetapi juga menciptakan program nyata untuk menyelaraskan hubungan manusia dengan alam." Dukungan Amran ini semakin memperkuat momentum program Hashim dan memberikan harapan baru bagi upaya pelestarian lingkungan di Indonesia.

  • Misteri Kematian Diplomat Muda: Menlu Syok!

    Misteri Kematian Diplomat Muda: Menlu Syok!

    Politica News – Pertemuan tertutup antara Tim Hukum Keluarga Arya Daru Pangayunan dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menghasilkan kejutan. Nicolay Aprillindo, mewakili tim hukum, mengungkapkan sejumlah kejanggalan terkait kematian diplomat muda Arya Daru yang dinilai janggal. Lebih mengejutkan lagi, Menlu ternyata terkejut mendengar laporan tentang perusakan makam Arya Daru.

    Usai pertemuan di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025), Nicolay menjelaskan bahwa keluarga Arya Daru meminta penyelidikan lebih lanjut atas kematian tersebut. "Keluarga menginginkan penyelidikan lanjutan karena menemukan beberapa kejanggalan, seperti yang telah beredar di media," ungkap Nicolay. Ia menekankan bahwa temuan-temuan ini, termasuk kondisi makam Arya Daru yang sempat dirusak, telah disampaikan secara langsung kepada Menlu.

    Misteri Kematian Diplomat Muda: Menlu Syok!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Reaksi kaget Menlu menunjukkan betapa seriusnya temuan-temuan yang diungkap tim hukum keluarga. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya misteri yang menyelimuti kematian diplomat muda tersebut. Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam upaya mengungkap kebenaran di balik kematian Arya Daru dan memberikan kepastian hukum bagi keluarga yang sedang berduka. Publik pun menantikan perkembangan selanjutnya dari penyelidikan yang diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta yang tersembunyi.

  • Skandal Plagiarisme Guncang Seleksi Hakim Agung!

    Skandal Plagiarisme Guncang Seleksi Hakim Agung!

    Politica News – Geger! Komisi III DPR mengungkap fakta mengejutkan terkait seleksi Hakim Agung. Seorang calon yang diduga kuat melakukan plagiarisme, malah lolos seleksi. Penemuan ini langsung memicu kecaman keras dan sorotan tajam terhadap proses seleksi yang dilakukan Komisi Yudisial (KY).

    Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Bimantoro Wiyono, membongkar skandal ini dalam rapat Komisi III DPR bersama Panitia Seleksi (Pansel) Calon Hakim Agung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/9/2025). Dengan nada terkejut, Bimantoro mengungkapkan, "Saya sempat kaget melihat beberapa nama dalam makalah yang diduga melakukan plagiarisme, bahkan beberapa nama saya kenal."

    Skandal Plagiarisme Guncang Seleksi Hakim Agung!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Pernyataan mengejutkan ini otomatis mengguncang kepercayaan publik terhadap integritas proses seleksi Hakim Agung. Pertanyaan besar pun muncul: bagaimana seorang calon yang diduga melakukan pelanggaran akademik serius bisa lolos seleksi ketat tersebut? Apakah ada celah dalam sistem seleksi KY yang perlu diperbaiki? Atau justru ada indikasi lain yang lebih serius di balik lolosnya calon hakim tersebut?

    Kejadian ini bukan hanya sekadar masalah akademik. Ini menyangkut integritas peradilan Indonesia. Publik menuntut transparansi dan akuntabilitas dari KY untuk menjelaskan proses seleksi dan memberikan klarifikasi atas temuan mengejutkan ini. Kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan sangat bergantung pada integritas para hakimnya. Skandal ini mengancam kepercayaan tersebut dan menuntut tindakan tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Komisi III DPR pun menegaskan akan terus mengawasi dan menuntut pertanggungjawaban atas temuan ini. Nasib calon hakim yang diduga melakukan plagiarisme kini menjadi sorotan utama, dan publik menantikan langkah selanjutnya dari pihak berwenang.

  • Jenderal Baru, Pangdam Tuanku Tambusai: Siapa Mayjen Agus Hadi Waluyo?

    Jenderal Baru, Pangdam Tuanku Tambusai: Siapa Mayjen Agus Hadi Waluyo?

    Politica News – Jabatan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai kini diemban oleh Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo. Pengangkatannya resmi diumumkan Jumat (29/8/2025) oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam upacara serah terima komando di Mabesad. Upacara tersebut menandai babak baru bagi struktur komando TNI AD, dengan pembentukan enam Kodam baru, termasuk Tuanku Tambusai yang dipimpin Mayjen Agus. Lantas, siapakah sosok perwira tinggi yang kini mengemban tanggung jawab strategis di wilayah tersebut?

    Agus Hadi Waluyo, lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1995, bukanlah nama baru di jajaran TNI AD. Kariernya yang gemilang telah membawanya ke posisi puncak ini. Meskipun detail perjalanan kariernya masih terbatas di media publik, pengangkatannya sebagai Pangdam mencerminkan kepercayaan KSAD atas kemampuan dan pengalamannya dalam memimpin dan mengelola pasukan. Formasi enam Kodam baru, termasuk Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kodam XXI/Radin Inten, Kodam XXII/Tambun Bungai, Kodam XXIII/Palaka Wira, dan Kodam XXIV/Mandala Trikora, merupakan bagian dari strategi besar TNI AD dalam memperkuat pertahanan dan keamanan di seluruh wilayah Indonesia.

    Jenderal Baru, Pangdam Tuanku Tambusai: Siapa Mayjen Agus Hadi Waluyo?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Jenderal Maruli Simanjuntak dalam pidatonya menekankan pentingnya langkah strategis ini dalam menghadapi dinamika dan tantangan keamanan yang semakin kompleks. Pembentukan Kodam baru, menurutnya, akan meningkatkan efektivitas komando kewilayahan dan responsibilitas terhadap berbagai ancaman. Dengan demikian, Mayjen Agus Hadi Waluyo akan memimpin Kodam XIX/Tuanku Tambusai dalam konteks strategi nasional tersebut, sebuah tantangan yang menuntut kepemimpinan yang tangguh dan visi yang strategis. Publik pun menantikan kiprah Mayjen Agus dalam memimpin Kodam yang baru dibentuk ini. Perjalanan kariernya selanjutnya akan menjadi sorotan, mengingat peran krusial Kodam XIX/Tuanku Tambusai dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayahnya.

  • Siapa Irjen Abdul Karim? Sosok di Balik Kasus Brimob Lindas Ojol

    Siapa Irjen Abdul Karim? Sosok di Balik Kasus Brimob Lindas Ojol

    Politica News – Kasus tewasnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang terlindas rantis Brimob beberapa waktu lalu, menjadi sorotan publik. Di balik penanganan cepat dan tegas kasus ini, terdapat sosok Irjen Pol. Abdul Karim, Kadiv Propam Polri yang memimpin langsung investigasi. Tujuh anggota Brimob telah dijatuhi sanksi, dengan hukuman terberat pemecatan terhadap Kompol Cosmas Kaju Gae, Danyon Resimen 4 Korbrimob Polri. Bripka Rohmad, pengemudi rantis yang langsung menabrak Affan, dijatuhi hukuman demosi selama 7 tahun. Usai gelar perkara di Propam Polri pada Selasa (2/9/2025), berkas kasus ini pun dilimpahkan ke Bareskrim Polri. Ketegasan Propam di bawah kepemimpinan Irjen Abdul Karim ini patut diapresiasi, menunjukkan komitmen Polri dalam mengusut tuntas kasus yang melibatkan anggotanya sendiri.

    Namun, siapa sebenarnya Irjen Abdul Karim? Ia bukanlah sosok baru di tubuh Polri. Kariernya yang cemerlang membawanya menduduki posisi strategis sebagai Kadiv Propam sekitar pertengahan tahun 2024, menggantikan Komjen Pol. Syahardiantono. Sebelum menjabat Kadiv Propam, Abdul Karim pernah menjabat sebagai Kapolda Banten, menggantikan Komjen Pol. Rudy Heriyanto Adi Nugroho. Lulusan Akpol 1995 ini memiliki rekam jejak yang panjang dan gemilang. Ia pernah menjabat Dirreskrimsus Polda Banten (2017-2019), Kapolres Metro Tangerang Kota (2019), Wadirtipidkor Bareskrim Polri (2020), Wadirtipidter Bareskrim Polri (2021), hingga Karokorwas PPNS Bareskrim Polri (2021-2023).

    Siapa Irjen Abdul Karim? Sosok di Balik Kasus Brimob Lindas Ojol
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Penanganan kasus Affan Kurniawan menjadi bukti nyata kepemimpinan Irjen Abdul Karim di Propam. Kecepatan dan ketegasan dalam menjatuhkan sanksi kepada para oknum Brimob menunjukkan komitmennya dalam menegakkan hukum dan menjaga citra Polri. Kasus ini sekaligus memperlihatkan profil seorang perwira tinggi yang berdedikasi dan tak ragu menindak tegas anggotanya yang melanggar hukum, sekaligus menjadi bukti bahwa reformasi internal di tubuh Polri terus berjalan. Publik pun berharap, kepemimpinan tegas seperti Irjen Abdul Karim akan terus mendorong peningkatan profesionalisme dan integritas anggota Polri.

  • Kepergian Terlalu Cepat Sang Ekonom Handal: Mengenang Arif Budimanta

    Kepergian Terlalu Cepat Sang Ekonom Handal: Mengenang Arif Budimanta

    Politica News – Dunia ekonomi Indonesia berduka. Dr. Arif Budimanta, sosok ekonom andal dan politisi PDI Perjuangan yang dikenal hangat dan berdedikasi, telah berpulang pada Sabtu dini hari, 6 September 2025, pukul 00.06 WIB di usia 57 tahun. Kabar kepergiannya yang mendadak meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, rekan, dan seluruh bangsa Indonesia. Istri dan ketiga putranya kini merasakan kehilangan yang begitu besar, sementara Indonesia kehilangan seorang pemimpin yang tak pernah menukar ketulusan dengan kekuasaan. Ratusan karangan bunga memenuhi rumah duka di Rawamangun, Jakarta, sebagai bukti penghormatan dari berbagai kalangan.

    Lebih dari sekadar ekonom ulung, Arif Budimanta—yang akrab disapa Chief AB—merupakan figur yang menginspirasi. Ketajaman analisisnya dalam berbagai rapat strategis dan perdebatan kebijakan ekonomi tak pernah diragukan. Ia bukan hanya ahli ekonomi yang bercokol di menara gading, melainkan juga politisi yang senantiasa memperjuangkan kepentingan rakyat. Dedikasi dan energi intelektualnya tampak terpancar dari setiap pemikiran dan tindakannya. Hal ini tak lepas dari keimanannya yang kuat sebagai Ketua Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Dewan Pakar ICMI, serta pengalamannya beraktivitas di HMI semasa mahasiswa. Baginya, ekonomi bukan sekadar ilmu tentang uang dan pasar, melainkan instrumen untuk mewujudkan keadilan sosial, sebuah manifestasi dari ajaran Islam yang diyakininya.

    Kepergian Terlalu Cepat Sang Ekonom Handal: Mengenang Arif Budimanta
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Hingga hari terakhir hidupnya, kepedulian Arif Budimanta terhadap rakyat kecil tetap terlihat. Sehari sebelum wafat, ia masih terlihat menyusuri pasar, mengamati harga beras yang terus merangkak naik. Dari keprihatinan inilah lahir Al Maun Institute, sebuah lembaga yang terinspirasi dari Surah Al-Maun, yang fokus pada pemberdayaan usaha mikro dan ultramikro serta kaum yang terpinggirkan. Bagi Chief AB, mengupayakan kebijakan ekonomi yang berkeadilan adalah bentuk ibadah yang nyata. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi Indonesia, meninggalkan warisan pemikiran dan semangat pengabdian yang patut dikenang. Hardy R Hermawan, yang pernah bekerja sama dengan almarhum di KEIN, Stafsus Presiden, dan SigmaPhi Indonesia, turut merasakan duka mendalam atas kepergian sosok inspiratif ini.

  • Demo Anarkis: Benarkah Ada Dalang di Balik Layar?

    Demo Anarkis: Benarkah Ada Dalang di Balik Layar?

    Politica News – Desakan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut tuntas aksi demo anarkis yang terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah akhir Agustus 2025 semakin menggema. Huru-hara yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas umum tersebut memicu gelombang protes publik, ditandai dengan munculnya beragam tagar dan gerakan di media sosial seperti #resetindonesia, #wargajagawarga, gerakan hijau pink, dan gerakan 17+8.

    Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menyatakan keprihatinannya. Ia mendesak pemerintah untuk segera membentuk TGPF. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyinggung indikasi makar, terorisme, dan campur tangan asing dalam peristiwa tersebut. Namun, Hendardi menekankan perlunya investigasi yang lebih mendalam untuk mengungkap aktor intelektual di balik kerusuhan.

    Demo Anarkis: Benarkah Ada Dalang di Balik Layar?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    "Pernyataan Presiden soal makar, terorisme, dan keterlibatan asing perlu diklarifikasi. Apakah benar ada aktor-aktor terlatih yang terorganisir di balik kerusuhan ini? Apa tujuan politiknya? Publik juga berspekulasi tentang kontestasi politik kekuasaan dan agenda politik rezim," ujar Hendardi. "Tanpa investigasi yang transparan dan tuntas, kecemasan dan ketidakpastian akan terus membayangi publik, bahkan berpotensi memicu eskalasi konflik lebih lanjut," tambahnya.

    Hendardi menegaskan, pembentukan TGPF menjadi kunci untuk mengungkap kebenaran di balik demo anarkis tersebut. TGPF diharapkan mampu mengungkap dalang kerusuhan, modus operandi, dan tujuan politik di baliknya. Hanya dengan demikian, publik dapat memperoleh kepastian dan rasa keadilan, serta mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang. Kejelasan ini penting untuk meredakan ketegangan sosial dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

  • Muhammadiyah Ajak Umat Sambut Gerhana Bulan Total dengan Salat!

    Muhammadiyah Ajak Umat Sambut Gerhana Bulan Total dengan Salat!

    Politica News – Fenomena alam langka akan menghiasi langit Indonesia malam ini! Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi Minggu malam (7/9/2025) hingga Senin dini hari (8/9/2025). Menyambut peristiwa tersebut, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah mengajak seluruh umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan melaksanakan salat gerhana.

    Melalui Maklumat Nomor 01/MLM/I.1/E/2025, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menyerukan kepada seluruh pimpinan dan warga Muhammadiyah untuk menyambut fenomena alam ini dengan khusyuk. Imbauan ini tak hanya sebatas melaksanakan salat gerhana (salat khusuf), namun juga memperbanyak doa, zikir, dan sedekah. "Semoga dengan meningkatkan ibadah, kita dapat semakin dekat kepada Allah SWT," demikian seruan yang disampaikan PP Muhammadiyah.

    Muhammadiyah Ajak Umat Sambut Gerhana Bulan Total dengan Salat!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Waktu pelaksanaan salat gerhana, menurut Muhammadiyah, dapat dilakukan sejak fase gerhana dimulai hingga berakhir. BMKG sendiri telah menginformasikan bahwa GBT kali ini akan berlangsung selama 5 jam 29 menit 48 detik. Kejadian astronomi ini menjadi momen istimewa bagi umat muslim untuk merenungkan kebesaran Sang Pencipta. Sebagai informasi tambahan, dalam satu tahun, minimal terjadi dua gerhana bulan dan dua gerhana matahari. Semoga fenomena alam ini membawa berkah bagi seluruh umat manusia.