politicanews.id – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayah Pamekasan dan Madura kini tengah berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari mengungkapkan keprihatinan mendalam atas maraknya aksi bejat yang menyasar anak-anak di bawah umur dalam beberapa bulan terakhir. Mirisnya lagi banyak pelaku yang justru merupakan orang-orang yang dikenal dekat dengan korban
Dalam sebuah dialog daring bertajuk Laten Kekerasan Seksual di Bumi Serambi Madinah Ansari menekankan bahwa kunci utama pencegahan dimulai dari rumah. Orang tua diminta untuk tidak hanya sekadar mengawasi tetapi juga membangun ruang komunikasi yang sangat terbuka. Tanpa adanya rasa aman untuk bercerita anak cenderung akan memendam trauma yang bisa berakibat fatal

Ansari mengingatkan agar orang tua tidak boleh lengah meski anak berada di lingkungan yang sudah akrab. Ia menyarankan agar orang tua memberikan pemahaman mengenai batasan tubuh kepada anak dengan bahasa yang mudah dimengerti sesuai usia mereka. Selain faktor keluarga pengawasan terhadap teman sebaya dan lingkungan sekitar juga menjadi elemen krusial dalam menciptakan benteng perlindungan bagi anak

Related Post
Lebih lanjut politisi asal Pamekasan ini mendorong adanya langkah sistemik yang melibatkan pemerintah daerah. Ia meminta pemerintah memastikan layanan pengaduan dan pendampingan korban dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Edukasi pencegahan tidak boleh hanya menjadi reaksi sesaat setelah kasus viral melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat
Terakhir Ansari menegaskan bahwa penanganan kasus kekerasan seksual tidak boleh berhenti pada vonis hukum semata. Pemulihan psikologis korban harus menjadi prioritas utama agar mereka tidak mengalami trauma berkepanjangan. Masyarakat juga diminta untuk tetap bijak dalam menyebarkan informasi agar tidak mengekspos identitas korban yang dapat memperburuk kondisi mental mereka










Tinggalkan komentar