Waspada Bintan Hujan Badai Mengintai

Waspada Bintan Hujan Badai Mengintai

<strong>politicanews.id - </strong> Warga Pulau Bintan di Kepulauan Riau harus bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Tanjungpinang mengungkap badai hujan yang melanda wilayah ini dipicu oleh aktivitas Siklon Tropis Mekkhala yang berpusat di timur laut Filipina. Fenomena ini telah menyebabkan guyuran hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat, yang terus berlangsung bergantian sejak Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Hayu Nur Mahron, menjelaskan bahwa analisis meteorologis terbaru menunjukkan pengaruh kuat dari Siklon Tropis Mekkhala. Keberadaan siklon ini menciptakan arus massa udara yang bergerak melintasi wilayah Kepulauan Riau, membentuk zona konvergensi angin di sekitar Pulau Bintan, yang meliputi Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Kondisi inilah yang secara signifikan mendorong pembentukan awan-awan konvektif, pemicu utama hujan deras di area tersebut.

Waspada Bintan Hujan Badai Mengintai
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Meskipun demikian, BMKG memprediksi bahwa pengaruh regional dari Siklon Tropis Mekkhala akan berangsur berkurang. Seiring pergerakan siklon ke arah barat laut hingga utara, zona konvergensi dan aliran massa udara terkait diperkirakan akan bergeser menjauhi Pulau Bintan. Namun, masyarakat tetap perlu waspada. Untuk tiga hari ke depan, Pulau Bintan masih berpeluang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Curah hujan ini berpotensi diiringi kilat dan hembusan angin kuat, terutama pada dini hari hingga pagi, serta siang hari.

COLLABMEDIANET

Hayu menambahkan, meski pengaruh siklon melemah, kondisi atmosfer di Kepri masih tergolong lembap dan cukup labil. Tingginya kadar uap air, ditambah dengan suhu permukaan laut yang hangat berkisar 30-31 derajat Celsius dan anomali positif sekitar 0,5-1,5 derajat Celsius, tetap mendukung terbentuknya awan hujan. Ini berarti potensi hujan tetap ada, namun cakupannya cenderung lebih lokal dibandingkan kondisi pada 22 Juni 2026.

Selain ancaman hujan dan angin, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kondisi perairan. Ketinggian gelombang laut di sekitar Pulau Bintan diperkirakan berada dalam kategori tenang hingga rendah, yakni antara 0,1 hingga 1,25 meter. Namun, kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang cepat tetap menjadi prioritas, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan atau di wilayah pesisir.

Ancaman lain yang perlu diantisipasi adalah potensi banjir pesisir atau rob. Fenomena ini diprediksi masih dapat terjadi hingga 23 Juni 2026 di wilayah pesisir Tanjungpinang dan sekitarnya. Untuk informasi cuaca terkini dan peringatan dini, masyarakat dapat mengakses aplikasi InfoBMKG atau laman resmi BMKG.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar