politicanews.id – Kondisi udara di Kota Pekanbaru kini berada pada level yang sangat mengkhawatirkan. Akibat kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang kian pekat, Pemerintah Kota Pekanbaru resmi memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh siswa mulai dari tingkat PAUD hingga SMP hingga Sabtu 10 Oktober 2026.
Keputusan drastis ini diambil menyusul hasil evaluasi kualitas udara yang menunjukkan penurunan drastis. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengungkapkan bahwa pada Rabu siang, tingkat polusi udara di wilayah tersebut telah menyentuh kategori berbahaya bagi kesehatan manusia.

Dampak nyata dari polusi ini mulai dirasakan secara masif oleh masyarakat. Data kesehatan menunjukkan lebih dari 10.000 warga telah mengeluhkan gangguan kesehatan akibat paparan asap. Berbagai penyakit seperti ISPA, asma, iritasi kulit, iritasi mata, hingga pneumonia dilaporkan menyerang warga.

Related Post
Lonjakan pasien juga terlihat jelas di fasilitas pelayanan kesehatan setempat. Tercatat pada Rabu kemarin, terdapat 374 pasien yang datang mencari bantuan medis akibat dampak langsung dari kabut asap tersebut.
Langkah memperpanjang masa belajar dari rumah ini bertujuan untuk melindungi anak-anak dari risiko terpapar polusi udara secara langsung di luar ruangan. Pemerintah Kota Pekanbaru meminta seluruh pihak sekolah dan orang tua untuk tetap disiplin menjalankan instruksi belajar mandiri demi keselamatan kesehatan para siswa.










Tinggalkan komentar