Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan akan menggelar pertemuan bilateral dengan Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. Momen langka ini diagendakan di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Kabar ini sontak menarik perhatian dunia mengingat ketegangan hubungan kedua negara yang telah berlangsung lama.
Menurut laporan dari Axios yang mengutip sumber-sumber terpercaya, pertemuan penting tersebut diprediksi akan berlangsung pada Selasa 22 September. Meskipun demikian, detail waktu pasti masih dalam pembahasan dan belum ada konfirmasi final dari kedua belah pihak. Sebelumnya, Trump sendiri sempat mengisyaratkan kemungkinan adanya dialog dengan Rodriguez, menambah spekulasi publik.

Rencana pertemuan ini menjadi sorotan tajam, terutama jika menilik kembali peristiwa dramatis pada 3 Januari lalu. Kala itu, Amerika Serikat melancarkan operasi besar-besaran terhadap Venezuela. Insiden tersebut berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Keduanya kemudian diterbangkan ke New York untuk menghadapi persidangan atas tuduhan serius "narko-terorisme" di bawah hukum AS.

Related Post
Pasca penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela segera mengambil langkah cepat. Mereka menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk sementara waktu menduduki kursi kepresidenan. Rodriguez kemudian resmi dilantik di hadapan Majelis Nasional, mengemban tugas sebagai pemimpin sementara negara. Latar belakang ini membuat potensi pertemuan antara Trump dan Rodriguez menjadi sebuah peristiwa politik yang sangat dinantikan dan penuh tanda tanya besar.








Tinggalkan komentar