politicanews.id – Dunia sepak bola Spanyol tengah diselimuti awan hitam setelah sebuah insiden maut terjadi di Stadion Heliodoro Rodriguez Lopez. Kiper FC Andorra, Jesus Owono, kini tengah berjuang melawan trauma hebat setelah terlibat benturan keras yang merenggut nyawa penyerang Tenerife, Jesus de Miguel. Peristiwa tragis pada laga pekan ke-12 Divisi Segunda tersebut menyisakan duka mendalam bagi seluruh komunitas olahraga.
Owono mengungkapkan bahwa dirinya sedang melewati masa paling kelam dalam hidupnya. Melalui pernyataan resmi klub, penjaga gawang berusia 25 tahun itu mengaku sangat sulit menerima kenyataan pahit tersebut. Ia merasa hancur dan tidak mampu merangkai kata-kata untuk menggambarkan rasa sedihnya atas kepergian De Miguel yang mendadak.

Insiden bermula saat Owono keluar dari area kotak penalti untuk memotong bola, namun ia justru bertabrakan hebat dengan De Miguel. Benturan tersebut membuat penyerang Tenerife itu langsung kolaps di lapangan dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Meski tim medis telah berupaya maksimal, De Miguel dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit.

Related Post
Rekan setim Owono, Lautaro Spatz, turut memberikan pembelaan dan dukungan moral. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan dalam permainan dan tidak ada unsur kesengajaan dari pihak Owono. Spatz menyebut bahwa Owono saat ini sedang mengalami tekanan emosional yang sangat luar biasa akibat kejadian yang tidak terduga ini.
Saat ini, kepolisian Spanyol tengah melakukan penyelidikan rutin terkait kemungkinan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan kematian. Sesuai prosedur hukum di Spanyol, setiap kematian yang tidak terjadi secara alami wajib melalui proses yudisial. Sementara itu, Owono memilih untuk absen dari sesi latihan tim guna memulihkan kondisi mentalnya di tengah suasana duka yang menyelimuti klub.








Tinggalkan komentar