Indonesia Terancam Takluk di Ruang Digital

Indonesia Terancam Takluk di Ruang Digital

politicanews.id – Dunia sedang berubah drastis dan Indonesia berada di persimpangan jalan yang krusial. Bukan lagi soal perebutan wilayah daratan atau kekuatan militer konvensional, kini medan tempur sesungguhnya telah berpindah ke ruang digital dan antariksa. Peringatan keras ini disampaikan oleh Rommy Soekarno dalam sebuah agenda literasi geopolitik bagi Generasi Z di Jakarta.

Rommy menekankan bahwa kedaulatan sebuah negara di abad ke-21 sangat bergantung pada penguasaan data, kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, hingga infrastruktur komputasi. Ia melontarkan pertanyaan retoris yang menohok mengenai siapa sebenarnya yang memegang kendali atas data dan teknologi di tanah air. Jangan sampai Indonesia hanya merdeka secara geografis namun justru takluk secara digital di bawah dominasi platform global.

Indonesia Terancam Takluk di Ruang Digital
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Selain ancaman di dunia maya, kedaulatan antariksa juga menjadi sorotan utama. Dengan ribuan satelit asing yang kini melintasi wilayah udara nusantara, Indonesia dituntut memiliki regulasi proteksi yang ketat. Hal ini penting guna menjaga kerahasiaan komunikasi dan keamanan nasional agar kepentingan negara tetap terlindungi di tengah kemajuan teknologi satelit global.

COLLABMEDIANET

Senada dengan hal tersebut, Andi Widjajanto menyoroti ancaman nyata bernama Q-Day atau hari komputasi kuantum. Fenomena ini diprediksi akan meledak antara tahun 2031 hingga 2037. Pada era tersebut, teknologi kuantum yang super cepat diprediksi mampu membobol seluruh kode keamanan konvensional di dunia, mulai dari email hingga aplikasi pembayaran digital.

Andi mengingatkan bahwa dunia sedang bergerak menuju ketidakpastian tinggi akibat disrupsi teknologi. Ia mendorong Gen-Z untuk tidak hanya menjadi konsumen pasif atau sekadar target pasar perusahaan multinasional. Indonesia harus bertransformasi menjadi pencipta dan pengembang teknologi agar mampu menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

Melalui penguatan literasi geopolitik ini, generasi muda diharapkan mampu mengaktualisasikan semangat Trisakti Bung Karno ke dalam ranah teknologi modern. Kemerdekaan sejati di masa depan bukan lagi sekadar menjaga batas wilayah, melainkan kemampuan untuk menentukan nasib bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar