politicanews.id – Kisah memilukan seorang balita asal Sulawesi Selatan yang diduga wafat akibat tidak mendapatkan asupan makanan selama sepuluh hari kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Peristiwa tragis yang menimpa bayi berusia satu tahun tersebut memicu desakan keras agar sistem pelayanan kesehatan di Indonesia tidak lagi bersifat pasif melainkan harus lebih proaktif dalam menjangkau masyarakat kecil.
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa negara wajib hadir melalui sistem jemput bola terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan akses informasi maupun ekonomi. Menurutnya kejadian ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk memastikan bahwa bantuan medis dapat segera menyentuh warga bahkan sebelum kondisi kesehatan mereka memburuk secara fatal.

Dalam kronologi yang beredar balita tersebut sempat mengalami demam hingga kejang sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Puan meminta pemerintah daerah dan instansi kesehatan terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh guna menelusuri bagaimana rangkaian penanganan medis yang diterima korban agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Related Post
Lebih lanjut Puan menyoroti bahwa hambatan akses kesehatan bukan hanya soal ketersediaan rumah sakit tetapi juga mencakup masalah transportasi serta pendampingan keluarga. Ia mendorong penguatan peran perangkat desa sebagai garda terdepan yang harus sigap membantu warga mendapatkan pertolongan medis segera.
DPR berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah agar jangkauan layanan kesehatan semakin luas dan merata. Fokus utama harus diberikan pada penguatan edukasi serta pendampingan bagi keluarga rentan agar setiap anak memiliki kepastian mendapatkan pertolongan medis saat dibutuhkan tanpa terkendala jarak maupun biaya.










Tinggalkan komentar