politicanews.id – Dahulu Desa Kaliwedi hanyalah wilayah tertinggal yang berjuang melawan kekeringan ekstrem setiap tahunnya. Namun kini pemandangan berubah total menjadi hamparan sawah hijau yang menjanjikan kemakmuran bagi seluruh warga desa tersebut.
Transformasi luar biasa ini membuktikan bahwa keterbatasan sumber daya air bukan menjadi penghalang jika ada inovasi dan kemauan kuat dari pemerintah desa serta masyarakatnya. Salah satu petani lokal Sutarno menjadi saksi hidup bagaimana perubahan tersebut berdampak nyata pada kesejahteraan hidupnya.

Dulu Sutarno harus berjuang keras karena sawahnya hanya mengandalkan air hujan sehingga hanya bisa panen sekali setahun dengan hasil yang sangat minim. Kondisi ekonomi keluarga pun sempat terpuruk akibat ketidakpastian musim tanam yang sering kali berujung gagal panen.

Related Post
Namun situasi berbalik seratus delapan puluh derajat setelah Pemerintah Desa Kaliwedi mengambil langkah berani melalui pembangunan sumur dalam. Meski membutuhkan biaya besar hingga mencapai puluhan juta rupiah per titik pembangunan sumur tersebut tetap dijalankan melalui skema Kredit Usaha Rakyat.
Hasilnya sangat fantastis karena kini Desa Kaliwedi telah memiliki 108 sumur dalam yang mampu mengairi sekitar 250 hektare lahan pertanian. Produktivitas lahan melonjak tajam dari yang semula hanya menghasilkan 7,5 ton per hektare kini mampu mencapai 22,5 ton per hektare dalam satu tahun.
Keberhasilan ini juga menjadikan Kabupaten Sragen sebagai salah satu pemain utama dalam ketahanan pangan di Jawa Tengah. Dengan produksi beras yang mencapai ratusan ribu ton per tahun Desa Kaliwedi kini telah resmi menyandang status sebagai Desa Mandiri yang menjadi contoh nyata bagi daerah lain.








Tinggalkan komentar