politicanews.id – Kementerian Perindustrian Kemenperin kini bergerak maju mengoptimalkan teknologi industri 4.0 sebagai garda terdepan dalam upaya penanggulangan bencana di tanah air mulai dari pencegahan mitigasi penanganan hingga pemulihan pascabencana langkah ini sejalan dengan percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional yang terus digalakkan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa transformasi digital harus berorientasi pada pemanfaatan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat bukan sekadar adopsi kecanggihan semata namun juga perlu disertai perubahan pola pikir digital yang adaptif seperti yang disampaikan Menperin dalam keterangan resminya di Jakarta Senin.

Dalam mendorong akselerasi transformasi digital Kemenperin menempatkan Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 PIDI 4.0 sebagai pusat inovasi dan teknologi digital bagi industri manufaktur nasional PIDI 4.0 telah menjalin kolaborasi strategis dengan lebih dari 65 mitra meliputi pelaku industri penyedia teknologi asosiasi dan juga perguruan tinggi.

Related Post
Menurut Menperin ekosistem transformasi industri 4.0 menyimpan potensi besar untuk melahirkan berbagai inovasi yang mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat salah satunya melalui pemanfaatan teknologi canggih dalam mendukung penanggulangan bencana di Indonesia.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri BPSDMI Adie Rochmanto Pandiangan menambahkan PIDI 4.0 juga menggandeng perusahaan rintisan startup yang fokus mengembangkan teknologi kebencanaan Kemenperin bangga bermitra dengan dua startup inovatif yakni TechnoGIS asal Sleman Yogyakarta dan BATARI Energy dari Cimahi Jawa Barat keduanya telah menciptakan solusi teknologi yang sangat bermanfaat bagi pencegahan serta penanggulangan bencana di Indonesia.
Kemenperin turut menghadirkan kedua perusahaan tersebut dalam ajang bergengsi Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference ADEXCO 2026 yang diselenggarakan BNPB pada 9 hingga 12 September 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta partisipasi ini bertujuan membuka peluang kerja sama bisnis ke bisnis B2B dan memperkenalkan kapabilitas teknologi dalam negeri yang tak kalah saing.
TechnoGIS ahli dalam teknologi geospasial dengan produk andalannya NiVO VTOL yang sanggup menyediakan data dan analisis geospasial secara langsung guna pemetaan area terdampak bencana perusahaan ini juga mengembangkan Blue Marine Echosounder untuk pemetaan bawah laut serta perubahan alur sungai akibat sedimentasi atau banjir.
Sementara itu BATARI Energy berfokus pada solusi energi surya dan penyimpanan energi mereka menghadirkan panel surya dan perangkat energi portabel untuk pasokan energi darurat pascabencana tak hanya itu baterai berkapasitas tinggi dan berbobot ringan juga dikembangkan guna mendukung pengoperasian drone dalam pemetaan wilayah terdampak bencana.
Selain teknologi Kemenperin juga memperkuat penyiapan sumber daya manusia SDM industri Politeknik APP Jakarta melalui Program Studi D3 Manajemen Logistik Industri Elektronika menyiapkan kompetensi logistik yang krusial terkait mitigasi penanganan keadaan darurat dan pemulihan pascabencana.
Adie menekankan komitmen Kemenperin untuk terus memperkuat terwujudnya ekosistem kemandirian teknologi kebencanaan termasuk kesiapan SDM harapannya ke depan Indonesia semakin mampu membangun teknologi yang benar-benar bermanfaat dalam penanganan bencana alam bukan sekadar teknologi canggih namun bagaimana kehadirannya dapat dirasakan dan memberi manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.








Tinggalkan komentar