Indonesia Darurat Narkoba Nelayan Jadi Target

Indonesia Darurat Narkoba Nelayan Jadi Target

politicanews.id – Badan Narkotika Nasional BNN RI melontarkan peringatan keras tentang ancaman serius peredaran narkotika yang kini semakin terorganisir dan merambah hingga pelosok negeri bahkan wilayah pesisir. Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto tidak main-main dengan pernyataannya. Ia bahkan membandingkan potensi masa depan Indonesia dengan situasi kejahatan terorganisir di Meksiko atau Brasil jika tidak ada tindakan tegas dan serius dalam lima tahun mendatang.

Pernyataan ini disampaikan Suyudi saat menerima kunjungan Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia ADKASI di Jakarta. Menurutnya jaringan narkotika telah menyusup ke berbagai lapisan masyarakat mulai dari lingkungan pendidikan seperti sekolah dan kampus hingga ke desa-desa perkebunan dan area pesisir yang rentan.

Indonesia Darurat Narkoba Nelayan Jadi Target
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Salah satu fenomena mengkhawatirkan adalah keterlibatan nelayan yang terjerat iming-iming keuntungan besar untuk menjadi kurir narkotika. Mereka memanfaatkan jalur perairan dan pelabuhan-pelabuhan ilegal yang sulit diawasi. BNN juga mengungkap betapa berbahayanya sindikat ini dalam operasi terbaru mereka. Selain menyita sejumlah besar narkotika petugas turut mengamankan 17 senjata api baik rakitan modern maupun organik yang diduga digunakan para bandar untuk melawan aparat.

COLLABMEDIANET

Melihat kondisi ini Suyudi menekankan pentingnya komitmen bersama dan kolaborasi erat antara BNN pemerintah daerah serta DPRD kabupaten. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika P4GN harus diperkuat secara masif. BNN juga mendorong peningkatan alokasi anggaran P4GN di tingkat daerah serta optimalisasi pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten BNNK untuk menjangkau lebih luas.

Tidak hanya itu Kepala BNN mengusulkan pemanfaatan forum-forum nasional seperti rapat koordinasi pengendalian inflasi mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri sebagai sarana strategis untuk memperluas sosialisasi P4GN kepada seluruh kepala daerah. Suyudi berharap audiensi ini tidak hanya berhenti pada janji namun segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata di setiap wilayah demi mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba.

Ketua Umum ADKASI Siswanto menyambut baik langkah BNN dalam memberantas peredaran gelap obat terlarang termasuk penggerebekan di 52 titik kampung narkotika dan penanganan ancaman melalui rokok elektrik. Siswanto menegaskan DPRD dengan tiga fungsi utamanya yakni pembentukan peraturan daerah pengawasan dan penganggaran siap mendukung penuh upaya BNN.

Pencegahan narkotika dan penyelamatan generasi muda adalah tanggung jawab bersama. ADKASI siap mendorong lahirnya peraturan daerah P4GN alokasi anggaran APBD untuk BNNK serta sosialisasi masif ke daerah-daerah. Dalam dialog tersebut perwakilan DPRD Majalengka Didi Supriadi dan DPRD Siak Syarif turut menyampaikan tantangan di wilayah mereka. Mereka menyoroti peredaran obat-obatan terlarang di pedesaan serta kerentanan wilayah pesisir dan perbatasan laut seperti Selat Malaka terhadap penyelundupan narkotika.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar