politicanews.id – Sebuah terobosan fundamental dalam penanganan hak asasi manusia HAM di Indonesia kini menjadi sorotan utama Wakil Menteri HAM Mugiyanto secara tegas menyerukan pendekatan revolusioner Pemerintah tidak lagi cukup bertindak reaktif namun harus menyentuh inti persoalan dari hulu kebijakan hingga hilir implementasi
Mugiyanto menekankan bahwa strategi HAM tidak bisa hanya berfokus pada penyelesaian masalah yang sudah terjadi tetapi wajib menelusuri akar persoalan Melalui penguatan sistem kepatuhan HAM yang melibatkan semua pihak terkait negara harus benar-benar hadir dalam setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat Kementerian HAM berkomitmen membangun sistem yang mampu mencegah mengawasi serta menuntaskan isu HAM dari awal hingga akhir Oleh karena itu kepatuhan HAM harus menjadi standar baku bagi pemerintah pusat daerah dan juga sektor usaha

Dalam kuliah umum di Universitas Mulawarman Samarinda Kalimantan Timur Mugiyanto menjelaskan pemerintah sedang mematangkan kerangka regulasi melalui pembahasan Rancangan Undang-Undang HAM RUU HAM Langkah ini bertujuan mempertegas tanggung jawab negara dalam menghormati melindungi memenuhi menegakkan dan memajukan hak asasi manusia secara sistematis Penguatan regulasi ini juga dirancang untuk menciptakan sistem kepatuhan HAM yang berlaku bagi kementerian lembaga pemerintah daerah hingga sektor usaha sebagai bagian integral dari pembangunan nasional

Related Post
Sesi kuliah umum berlangsung interaktif mahasiswa menyampaikan beragam aspirasi dan kritik salah satunya terkait lubang bekas tambang di Kalimantan Timur yang telah merenggut korban jiwa Menanggapi hal tersebut Mugiyanto menyatakan bahwa kritik masyarakat adalah elemen vital dalam upaya memperkuat perlindungan HAM
Apa yang disampaikan teman-teman mahasiswa sesungguhnya merupakan persoalan-persoalan yang sedang dikerjakan pemerintah melalui Kementerian HAM Persoalan HAM harus diselesaikan dari hulu ujarnya Penyelesaiannya tidak cukup dilakukan setelah masalah terjadi tetapi harus menyentuh akar persoalan di wilayah kebijakan dan regulasi Negara harus hadir untuk membangun sistem yang mampu mencegah berbagai persoalan tersebut terus berulang
Menurutnya isu HAM tidak hanya terbatas pada kebebasan sipil dan politik tetapi juga meliputi hak untuk hidup hak atas lingkungan yang aman dan sehat serta tanggung jawab negara memastikan pembangunan tidak menimbulkan korban Mugiyanto menegaskan kritik dan aspirasi masyarakat adalah energi positif untuk terus memperbaiki sistem perlindungan HAM
Berbagai kritik dan aspirasi yang disampaikan masyarakat merupakan energi bagi saya untuk terus berjuang Perjuangan hak asasi manusia adalah perjalanan panjang yang tidak boleh berhenti Selama masih ada persoalan yang dihadapi masyarakat selama itu pula negara harus terus bekerja dan memperbaiki diri tambahnya Ia juga menyoroti peran penting kampus sebagai ruang dialog yang memungkinkan gagasan kritik dan aspirasi disampaikan secara damai dalam tradisi akademik yang sehat










Tinggalkan komentar