politicanews.id – Langkah revolusioner diambil pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak kurang mampu melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Sosial dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama ini difokuskan pada pemanfaatan hasil riset dan inovasi teknologi guna mendukung operasional Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa dukungan dari BRIN sangat krusial untuk menyempurnakan tata kelola penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Melalui nota kesepahaman yang ditandatangani di Kabupaten Bekasi, kedua lembaga ini berkomitmen membawa produk inovasi dalam negeri langsung ke lingkungan sekolah.

Berbagai teknologi canggih akan segera diterapkan, mulai dari sistem pengolahan sampah hingga inovasi pengadaan air bersih yang akan menyasar 14 titik lokasi Sekolah Rakyat. Menariknya, inovasi juga menyentuh kebutuhan dasar siswa, seperti penyediaan sepatu lokal berbahan dasar karet untuk mendukung aktivitas belajar mengajar.

Related Post
Selain aspek infrastruktur, BRIN juga akan terlibat dalam riset dan evaluasi metode pembelajaran. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat semakin inklusif dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, khususnya mereka yang berada di kelompok desil 1 dan 2, termasuk anak putus sekolah. Hingga saat ini, program ini telah berhasil merangkul lebih dari 44.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA dengan dukungan 10.000 tenaga pendidik.
Saat ini, sebanyak 93 gedung permanen telah berdiri dan pemerintah menargetkan penambahan lebih dari 60 titik baru pada tahun ini. Target besarnya adalah setiap daerah memiliki gedung Sekolah Rakyat permanen yang mampu menampung lebih dari 2.000 siswa.










Tinggalkan komentar