politicanews.id – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini mulai mengintai kesehatan masyarakat secara serius. Menanggapi situasi ini, anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto mendesak pemerintah untuk segera memperkuat seluruh lini layanan kesehatan guna mengantisipasi lonjakan kasus penyakit akibat polusi udara.
Sigit menekankan bahwa pemerintah harus bergerak cepat dalam dua hal utama yakni pemadaman api dan kesiapsiagaan fasilitas medis. Menurutnya, risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat drastis seiring memburuknya kualitas udara di wilayah terdampak.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan finansial dari pemerintah pusat jika pemerintah daerah mengalami keterbatasan anggaran dalam menangani dampak kesehatan ini. Sigit menyarankan agar fasilitas kesehatan seperti puskesmas ditingkatkan kapasitasnya, bahkan ia mengusulkan pendirian rumah oksigen jika kondisi udara semakin kritis.

Related Post
"Gunakan sarana kesehatan yang ada dan jika perlu operasikan selama 24 jam penuh untuk melayani masyarakat," tegas Sigit dalam keterangannya di Jakarta.
Selain kesiapan fasilitas, distribusi bantuan logistik seperti masker, obat-obatan, hingga pemeriksaan kesehatan mata menjadi poin krusial yang harus segera disalurkan kepada warga yang terdampak asap.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan menyatakan telah mengambil langkah proaktif untuk memitigasi dampak kesehatan ini. Kemenkes telah melakukan mobilisasi bantuan logistik yang meliputi tabung oksigen, masker, hingga konsentrator oksigen ke berbagai titik rawan.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Then Suyanti, menjelaskan bahwa pihaknya juga mengerahkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) serta menyiapkan laboratorium kesehatan masyarakat untuk memantau kualitas udara secara berkala. Langkah ini diambil guna memastikan penanganan medis tetap optimal di tengah ancaman polusi asap yang terus membayangi.








Tinggalkan komentar