politicanews.id – Jakarta tengah melakukan gebrakan besar untuk mengatasi masalah sampah yang selama ini menyumbat aliran sungai di ibu kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah menyiapkan pemasangan saringan sampah terpadu di 11 titik sungai strategis guna mencegah limbah masuk ke kawasan perkotaan.
Langkah revolusioner ini merupakan bagian dari transformasi besar dalam manajemen limbah di Jakarta. Jika sebelumnya pemerintah hanya fokus pada pola angkut dan buang, kini fokus dialihkan menjadi pola pilah, angkut, dan olah. Strategi ini bertujuan agar sampah tidak menumpuk di hilir dan merusak ekosistem perkotaan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa sistem saringan sampah yang telah sukses diterapkan di kawasan TB Simatupang akan segera diperluas. Sejumlah sungai yang menjadi target utama pemasangan teknologi ini meliputi Kali Sunter, Cipinang, Jatikramat, Baru Timur, Baru Barat, Angke, Grogol, Krukut, Buaran, Kalimalang, hingga Cakung.

Related Post
Pramono menekankan pentingnya penanganan sampah sejak dari bagian hulu. Sebagai contoh, keberadaan saringan sampah di TB Simatupang terbukti efektif menyaring hampir 30 persen sampah dari Sungai Ciliwung sebelum mencapai Pintu Air Manggarai. Dengan cara ini, beban sampah yang masuk ke pusat kota dapat berkurang secara signifikan.
Selain memperkuat saringan di sungai, pemerintah juga mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern. Proyek strategis seperti RDF Rorotan, RDF Bantar Gebang, serta optimalisasi TPS 3R terus digenjot. Jika fasilitas ini berjalan maksimal, beban sampah di tempat pembuangan akhir akan berkurang drastis.
Dalam proses pengelolaannya, sampah yang terkumpul tidak dibiarkan begitu saja menjadi residu. Melalui bantuan alat berat seperti ekskavator dan mesin UNTHA shredder, sampah akan dicacah dan dipilah. Sebagian sampah akan diolah menjadi bahan organik, sementara sebagian lainnya akan dipres untuk memenuhi kebutuhan industri.








Tinggalkan komentar