politicanews.id – Ambisi besar tengah dijalankan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk membawa produk-produk lokal keluar dari zona nyaman daerah menuju panggung nasional. Melalui inisiatif bertajuk IDE-IND, pemerintah berupaya membedah potensi besar jenama lokal agar tidak hanya dikenal di kampung halaman, tetapi mampu bersaing secara masif di seluruh pelosok negeri.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf, Yuke Sri Rahayu, menegaskan bahwa banyak produk kreatif daerah yang sebenarnya memiliki kualitas kelas dunia. Masalah utamanya hanyalah keterbatasan akses pasar dan pendampingan yang belum maksimal. Oleh karena itu, program ini hadir sebagai jembatan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dari akar rumput.

Acara yang berlangsung di AEON Mall BSD Tangerang ini menjadi ajang pembuktian bagi para pelaku kreatif. Tidak sekadar pameran biasa, IDE-IND menyuguhkan berbagai aktivitas strategis mulai dari kelas workshop hingga publikasi intensif bagi 21 subsektor ekonomi kreatif, khususnya dari wilayah Banten. Kolaborasi lintas kedeputian di Kemenekraf juga terlihat nyata dengan hadirnya belasan booth yang menawarkan berbagai inovasi produk unggulan.

Related Post
Yuke menjelaskan bahwa misi utama dari rangkaian kegiatan ini adalah mempertemukan para kreator dengan peluang pasar yang lebih luas. Selain memperluas jangkauan distribusi, pemerintah juga ingin membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih bangga dan rutin menggunakan produk buatan anak bangsa.
Langkah strategis ini bukan tanpa alasan kuat. Penguatan ekonomi kreatif yang dimulai dari level daerah diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. Dengan ekosistem daerah yang tangguh dan dukungan penuh dari konsumen domestik, sektor ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi tulang punggung ekonomi nasional di masa depan.








Tinggalkan komentar