politicanews.id – Dunia perkeretaapian tanah air mendadak gempar setelah muncul kabar miring yang menyeret nama besar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin. Isu mengenai penyitaan uang tunai senilai Rp2 miliar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seketika menjadi buah bibir di berbagai media massa.
Menanggapi kegaduhan tersebut Bobby Rasyidin secara tegas menepis seluruh tudingan yang beredar. Ia mengaku merasa sangat terpukul dengan narasi yang menyebut dirinya terlibat dalam pusaran kasus hukum tersebut. Bobby menyatakan bahwa informasi yang menyebutkan adanya penyitaan uang miliaran rupiah dari dirinya adalah berita bohong atau hoaks.

Klarifikasi ini muncul di tengah agenda kerja Bobby yang tengah fokus melakukan inspeksi keselamatan di wilayah Yogyakarta. Ia sedang memastikan seluruh perlintasan sebidang dalam kondisi prima guna menyambut lonjakan penumpang pada periode Natal dan Tahun Baru mendatang. Fokus utama KAI saat ini adalah mencapai target nihil kecelakaan sesuai instruksi Presiden.

Related Post
Ketegangan ini bermula dari pernyataan pihak KPK yang menyebutkan telah menyita uang dari seorang saksi berinisial BR dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan digitalisasi SPBU Pertamina periode 2018 hingga 2023. Meski pihak penyidik mengonfirmasi adanya penyitaan dari saksi tersebut namun Bobby secara langsung membantah bahwa dirinya adalah sosok yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut.
Alih-alih terjebak dalam polemik hukum yang belum terbukti kebenarannya Bobby justru meminta masyarakat untuk tetap tenang. Ia mengimbau para pelanggan setia KAI agar tidak terpengaruh oleh isu yang beredar dan tetap mempercayakan perjalanan libur akhir tahun mereka kepada layanan kereta api yang kini terus ditingkatkan kualitas keamanannya.










Tinggalkan komentar