Strategi Baru BPOM Kuasai Pasar Obat Masa Depan

Strategi Baru BPOM Kuasai Pasar Obat Masa Depan

politicanews.id – Langkah besar diambil Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam mengejar ketertinggalan teknologi medis dunia. Melalui kolaborasi masif dengan 187 perguruan tinggi terbaik di tanah air, BPOM kini fokus mempercepat pengembangan produk obat terapi lanjutan atau Advanced Therapy Medicinal Products yang dikenal sebagai ATMP.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan agar hasil riset di laboratorium tidak berhenti sebagai dokumen semata, melainkan benar-benar menjadi produk nyata yang bisa dinikmati masyarakat. Saat ini, Indonesia masih tertinggal jauh karena produk ATMP yang ada masih harus didatangkan dari luar negeri. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat sudah mengizinkan 48 jenis produk, sementara Jepang telah memiliki 26 produk serupa.

Strategi Baru BPOM Kuasai Pasar Obat Masa Depan
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Potensi ekonomi dari sektor ini sangat menggiurkan. Pasar global ATMP diprediksi menyentuh angka 50 miliar dolar AS pada tahun 2025 dengan pertumbuhan yang sangat agresif. Jika Indonesia tidak bergerak cepat, kita hanya akan menjadi penonton di tengah ledakan pasar pengobatan presisi yang diprediksi akan melonjak hingga tiga kali lipat dalam waktu dekat.

COLLABMEDIANET

Salah satu fokus utama dalam riset ini adalah pengembangan solusi untuk penyakit osteoarthritis yang diderita banyak warga Indonesia. BPOM berkomitmen memberikan panduan uji klinis yang ketat namun adaptif agar inovasi lokal bisa segera naik kelas.

Dukungan penuh juga datang dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi. Pada tahun 2026 mendatang, diproyeksikan ada sekitar 4.000 riset kesehatan yang akan didanai secara nasional. Dengan adanya suntikan anggaran baru dari Presiden khusus untuk sektor hilirisasi, diharapkan para akademisi dapat menciptakan produk kesehatan berbasis sains yang memiliki nilai komersial tinggi dan mampu menjawab kebutuhan medis masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar