politicanews.id – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto membongkar rahasia besar di balik tingginya angka stunting di wilayah pedesaan. Menurutnya permasalahan ini bukan hanya soal asupan nutrisi yang kurang melainkan ada akar masalah yang jauh lebih dalam yakni jeratan kemiskinan. Jika ekonomi di desa bergerak dan masyarakat memiliki penghasilan yang layak maka angka stunting diyakini akan merosot tajam secara alami.
Dalam sebuah pertemuan penting di Banten Yandri menekankan bahwa pemerintah tidak bisa hanya fokus pada pemberian makanan tambahan saja. Ia menegaskan pentingnya pendekatan dari hulu ke hilir yang mencakup perbaikan sektor ekonomi kesehatan hingga kualitas pendidikan. Dengan menciptakan lapangan kerja di desa maka kesejahteraan keluarga akan meningkat dan masalah gizi buruk pada anak dapat teratasi secara permanen.

Upaya besar ini menuntut kolaborasi lintas sektor yang kuat karena stunting adalah tanggung jawab bersama. Yandri mengajak berbagai kementerian seperti Kemendagri hingga Kementerian Kesehatan untuk membentuk sebuah tim super yang bekerja dengan hati demi melindungi generasi masa depan. Hal ini krusial guna menyiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Related Post
Senada dengan hal tersebut Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah memberikan peringatan keras mengenai pentingnya investasi pada anak. Ia menyebut bahwa kegagalan dalam mencetak generasi yang lebih hebat dari generasi saat ini adalah sebuah kerugian besar bagi bangsa. Oleh karena itu penguatan ekonomi desa menjadi kunci utama agar potensi anak-anak di pelosok dapat berkembang maksimal seiring kemajuan teknologi.










Tinggalkan komentar