politicanews.id – Dunia maya kini bukan lagi sekadar tempat bermain bagi anak-anak namun telah berubah menjadi medan tempur ideologi yang sangat berbahaya. Ancaman nyata berupa paham ekstremisme berbasis kekerasan kini mulai merambah ke ruang digital dan menyasar kelompok usia muda melalui berbagai konten yang menyesatkan.
Menanggapi situasi darurat ini BNPT dan KPAI resmi menjalin kerja sama strategis untuk membentengi generasi penerus bangsa dari pengaruh radikalisme online. Langkah ini diambil menyusul temuan bahwa jaringan terorisme telah mengubah strategi mereka dengan beralih ke platform media sosial dan komunitas daring guna menyebarkan paham kekerasan secara masif.

Kepala BNPT Eddy Hartono mengungkapkan adanya tren baru yang mengkhawatirkan seperti munculnya fenomena ekstremisme melalui konten kekerasan dan kejahatan yang dikemas secara digital. Hal ini sangat berbahaya karena dapat mengubah pola pikir serta perilaku anak-anak yang belum memiliki filter mental yang kuat.

Related Post
Kondisi ini diperparah dengan fakta mengejutkan dari KPAI yang menyebutkan bahwa dari puluhan juta pengguna internet anak di Indonesia lebih dari separuhnya menggunakan dunia maya tanpa dibekali literasi digital yang memadai. Minimnya pemahaman ini membuat anak-anak sangat rentan terpapar konten berbahaya yang dapat merusak tumbuh kembang mereka.
Kolaborasi ini tidak hanya sekadar pengawasan konten semata melainkan fokus pada penguatan ketahanan keluarga dan peningkatan kecakapan digital. Melalui Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan fase terbaru kedua lembaga ini akan bersinergi menciptakan lingkungan digital yang lebih aman.
Ketua KPAI Aris Adi Leksono menegaskan bahwa perlindungan anak tidak bisa dilakukan hanya dengan membatasi akses internet. Dibutuhkan pendampingan intensif serta edukasi agar anak mampu mengenali dan menyikapi konten negatif secara mandiri. Sinergi ini diharapkan mampu membangun benteng pertahanan yang kuat mulai dari lingkup keluarga hingga komunitas masyarakat luas.










Tinggalkan komentar