politicanews.id – Semangat Sumpah Pemuda kini memasuki babak baru yang lebih digital. Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi atau PB HMI MPO melontarkan gagasan besar untuk memperkuat sistem Satu Data Indonesia sebagai senjata utama menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan zaman yang kian rumit.
Ketua Umum PB HMI MPO Handy Muharam Nataprawira menegaskan bahwa peringatan 28 Oktober tidak boleh sekadar menjadi ritual tahunan tanpa makna. Menurutnya pemuda harus mampu melakukan refleksi mendalam untuk menjawab persoalan nasional melalui pendekatan tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan terintegrasi.

Salah satu solusi krusial yang ditawarkan adalah percepatan digitalisasi melalui sistem Satu Data. Langkah ini dinilai sebagai kunci untuk menciptakan transparansi dan akurasi informasi yang selama ini sering menjadi kendala dalam pembangunan nasional. Dengan data yang sinkron pemerintah dapat mengambil kebijakan yang jauh lebih tepat sasolok mulai dari urusan kemiskinan hingga ketahanan pangan.

Related Post
Handy menyoroti bahwa ketidaksinkronan data antarlembaga selama ini kerap menghambat efektivitas program pemerintah. Oleh karena itu ia mendorong agar digitalisasi berbasis satu data menjadi agenda kolektif yang melibatkan pemerintah hingga elemen masyarakat sipil dan kaum intelektual muda.
Namun transformasi ini bukan sekadar soal kecanggihan teknologi. PB HMI MPO mengingatkan pentingnya komitmen terhadap perlindungan data pribadi serta pemerataan akses digital agar keadilan sosial dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
Melalui semangat Sumpah Pemuda kali ini PB HMI MPO mengajak generasi muda untuk tidak hanya bersatu dalam identitas tetapi juga bersatu dalam visi digital. Integrasi data diharapkan menjadi fondasi kokoh untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas yang berdaulat dan sejahtera.










Tinggalkan komentar