Politica News – Gunung Dukono di Halmahera Utara kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang intens. Letusan eksplosif terjadi pada Senin pagi (27/05), pukul 05.53 WIT, menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.400 meter atau 1,4 kilometer ke angkasa. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu tebal terlihat condong ke arah timur, menciptakan pemandangan yang dramatis sekaligus mengkhawatirkan.
Erupsi ini terekam jelas oleh seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 25 milimeter dan durasi 49,87 detik. Data ini menunjukkan kekuatan letusan yang cukup signifikan. Badan Geologi terus memantau aktivitas Gunung Dukono secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi.

Saat ini, status Gunung Dukono masih berada pada Level II atau Waspada. Namun, dengan aktivitas erupsi yang terus berlangsung, potensi peningkatan status menjadi perhatian serius. Badan Geologi telah mengeluarkan rekomendasi tegas kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang, area yang paling berisiko terdampak langsung oleh erupsi.

Related Post
Mengingat letusan abu vulkanik dapat terjadi secara periodik dan arahnya dipengaruhi oleh angin, masyarakat diimbau untuk selalu siap sedia masker penutup hidung dan mulut. Langkah ini penting untuk melindungi diri dari dampak buruk abu vulkanik terhadap kesehatan, terutama gangguan pernapasan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Dukono dapat diakses melalui sumber-sumber resmi seperti Badan Geologi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).








Tinggalkan komentar