politicanews.id – Menteri Luar Negeri RI Sugiono membawa kabar membanggakan dari panggung dunia di New York saat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Di hadapan para pemimpin global, ia membedah bagaimana ASEAN mampu bertahan dan tetap solid meski dihantam berbagai dinamika global yang tidak menentu. Selama lebih dari enam dekade, organisasi ini terbukti ampuh mengelola perbedaan kepentingan demi menjaga stabilitas di Asia Tenggara.
Sugiono menekankan bahwa kekuatan utama kawasan ini terletak pada prinsip sentralitas ASEAN. Meski setiap negara anggota memiliki latar belakang sejarah, sistem politik, dan tingkat ekonomi yang kontras, mereka memiliki satu komitmen yang sama yaitu untuk tetap bersatu. ASEAN bukan sekadar kumpulan negara, melainkan sebuah kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia yang didorong oleh ledakan ekonomi digital dan populasi usia produktif yang sangat masif.

Dalam pidatonya, Menlu Sugiono mengakui bahwa mencapai kesepakatan di antara negara-negara anggota bukanlah perkara mudah. Namun, pilihan untuk terus berdialog adalah kunci utama yang membuat ASEAN tetap relevan. Kemampuan organisasi ini untuk merangkul berbagai mitra di tengah persaingan kekuatan besar dunia menjadi bukti bahwa ASEAN mampu menciptakan ruang diplomasi yang sehat dan produktif.

Related Post
Lebih lanjut, Indonesia menegaskan bahwa ketahanan kawasan tidak bisa dilepaskan dari ketahanan nasional masing-masing negara. Indonesia sendiri berkomitmen memperkuat fondasi dalam negeri melalui penguatan ketahanan pangan dan energi sebagai pilar utama kesejahteraan rakyat. Dengan memastikan kehidupan masyarakat terjamin, Indonesia percaya stabilitas kawasan yang damai dan terprediksi akan lebih mudah diwujudkan.
Menutup pernyataannya, Sugiono mengingatkan bahwa ASEAN tidak boleh berhenti di satu titik saja. Organisasi ini harus terus berevolusi dan beradaptasi dengan perubahan zaman agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh rakyat di Asia Tenggara. Kehadiran delegasi Indonesia di New York ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dalam diplomasi bilateral maupun multilateral di tingkat global.








Tinggalkan komentar