politicanews.id – Dunia seni rupa tanah air kembali dikejutkan dengan sebuah perhelatan visual yang luar biasa di Jakarta. Melalui pameran tunggal bertajuk Jelekongism, seniman berbakat Arya Sudrajat berhasil membawa napas kehidupan dari sebuah desa kecil di Bandung ke tengah hiruk pikuk ibu kota. Pameran yang digelar di Art1: New Museum ini bukan sekadar memajang lukisan, melainkan sebuah upaya besar untuk membuktikan bahwa Jelekong adalah jantung budaya yang terus berdenyut.
Arya Sudrajat ingin dunia melihat Jelekong lebih dari sekadar tempat berkumpulnya para pelukis. Baginya, desa tersebut adalah sebuah ekosistem yang kompleks, di mana sejarah, lanskap alam, dan pengetahuan melukis mengalir secara turun-temurun. Lewat goresan kuasnya, Arya menangkap dinamika sosial dan cara masyarakat lokal bertahan hidup, mengubah keterbatasan menjadi sebuah mahakarya yang penuh makna.

Kurator Vincent Rumahloine memberikan catatan mendalam bahwa karya-karya ini menyentuh aspek yang lebih luas, mulai dari hubungan sosial hingga memori kolektif masyarakat. Hal senada juga disampaikan oleh Grace Fadli Zon yang menyebut bahwa seni tidak lahir dari ruang hampa, melainkan tumbuh dari tanah, sungai, dan kehidupan nyata masyarakatnya. Ia bahkan mengenang bagaimana kreativitas luar biasa muncul bahkan saat seniman harus menggunakan karung tepung sebagai kanvas di masa lalu.

Related Post
Dukungan penuh juga datang dari maestro seni Sunaryo yang melihat potensi besar dalam diri Arya untuk menjadi jembatan bagi pelukis-pelukis lain dari kampung halamannya. Pameran yang menampilkan 30 karya lukis serta instalasi seni ini menjadi momentum penting bagi penguatan ekosistem seni rupa Indonesia. Bagi Anda pecinta seni, pameran ini menjadi destinasi wajib untuk menyelami jiwa dari sebuah kampung seni yang legendaris sebelum berakhir pada medio Oktober mendatang.








Tinggalkan komentar