politicanews.id – Kementerian Sosial bersama 66 pemerintah daerah dari berbagai penjuru Indonesia kini tancap gas mempercepat pemenuhan lahan serta berbagai syarat krusial untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen sebuah inisiatif mulia bagi keluarga paling tidak mampu di negeri ini Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul memimpin langsung upaya percepatan ini dalam sebuah rapat koordinasi penting di Jakarta
Gus Ipul menegaskan program ini merupakan persembahan langsung dari Bapak Presiden untuk anak-anak bangsa dari keluarga prasejahtera anggarannya bersumber dari APBN atas arahan tegas Kepala Negara Kementerian Sosial mendapat mandat utama untuk pembangunan ini dibantu oleh berbagai kementerian lembaga lain termasuk peran vital pemerintah daerah

Rapat koordinasi yang berlangsung selama dua hari pada 12 hingga 13 Agustus 2026 di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial Jakarta ini dihadiri perwakilan pemda serta kementerian lembaga terkait Agenda utamanya membahas usulan Sekolah Rakyat permanen termasuk kelengkapan dokumen dan persyaratan pembangunan Gus Ipul menyoroti penyediaan lahan sebagai salah satu tantangan terbesar dalam merealisasikan percepatan proyek ini

Related Post
Lahan yang diusulkan tidak hanya harus ada namun wajib memenuhi beragam persyaratan ketat agar pembangunan berjalan tertib dan sesuai ketentuan Menyiapkan lahan ternyata bukan perkara mudah banyak syarat harus dipenuhi dengan proses benar tertib sekaligus penuh kehati-hatian kata Gus Ipul Untuk mengatasi kendala ini rapat koordinasi mempertemukan pemda dengan kementerian lembaga terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Kementerian Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Perhubungan
Saat ini pembangunan Sekolah Rakyat permanen sudah berjalan di 104 lokasi berbeda di seluruh Indonesia proyek ini bertujuan menyediakan fasilitas pendidikan berasrama yang layak bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan Beberapa lokasi telah mencapai progres 98 hingga 99 persen sementara lainnya masih dalam tahap pengerjaan Selain itu terdapat 81 Sekolah Rakyat rintisan yang aktif di berbagai daerah pemerintah bertekad memastikan sekolah rintisan ini dapat berlanjut dan memperoleh fasilitas permanen demi layanan pendidikan berkualitas tanpa putus bagi para siswa










Tinggalkan komentar