politicanews.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras terkait situasi geopolitik global yang kian tidak menentu. Dalam Sidang Kabinet Paripurna bertajuk "2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri" di Istana Kepresidenan, Rabu, Kepala Negara menekankan pentingnya strategi bertahan hidup atau survival bagi bangsa Indonesia.
Prabowo mengibaratkan kekayaan alam Indonesia sebagai darah yang mengalir dalam tubuh bangsa. Ia menegaskan bahwa jika sumber daya alam terus dieksploitasi tanpa perlindungan yang ketat, maka kedaulatan negara akan terancam. Oleh karena itu, menyelamatkan kekayaan nasional menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.

Dalam kancah internasional, Presiden menegaskan posisi Indonesia yang tidak ingin memihak pada blok kekuatan mana pun. Ia secara tegas menyatakan komitmennya untuk tidak terlibat dalam pakta militer tertentu. Prinsip diplomasi yang diusung adalah menjalin persahabatan seluas-luasnya dengan semua negara tanpa mengorbankan kedaulatan.

Related Post
"Garis politik luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak," tegas Prabowo dalam pidatonya.
Selain urusan luar negeri, Presiden juga menyoroti pentingnya persatuan nasional di tengah dinamika politik dan ekonomi yang saling berkelindan. Ia meminta seluruh elemen bangsa untuk mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok atau golongan. Menurutnya, tantangan masa depan menuntut pendekatan yang terintegrasi, di mana aspek politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Prabowo juga memberikan catatan khusus bagi dunia pendidikan tinggi agar tidak terjebak dalam pola pikir sektoral. Ia menginginkan lahirnya pemimpin dan akademisi yang memiliki pemahaman komprehensif terhadap kompleksitas permasalahan global.
Menutup arahannya, Presiden mengajak seluruh pihak untuk merangkul perbedaan. Meski demokrasi memberikan ruang bagi kompetisi dan kritik, ia menekankan bahwa semua itu harus bermuara pada satu tujuan besar, yakni menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa Indonesia.










Tinggalkan komentar