politicanews.id – Kondisi infrastruktur di wilayah perbatasan Indonesia kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat demi menjaga kedaulatan negara. Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pembangunan jalan dan fasilitas di garda terdepan merupakan kunci utama untuk menangkal masuknya pengaruh atau infiltrasi asing secara ilegal.
Masalah utama yang disoroti adalah rusaknya akses transportasi di wilayah perbatasan, terutama di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kondisi jalan yang memprihatinkan memaksa warga harus menempuh perjalanan panjang melalui jalur udara atau sungai yang memakan waktu berhari-hari. Hal ini tidak hanya menghambat distribusi logistik tetapi juga dianggap dapat melemahkan rasa nasionalisme masyarakat di perbatasan.

Menanggapi situasi darurat ini, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah melakukan koordinasi intensif dengan Mendagri untuk memperkuat pertahanan melalui penguatan wilayah luar. Langkah konkret pun mulai disusun, di mana Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ditargetkan mampu menuntaskan pembangunan akses jalan tersebut dalam jangka waktu tiga tahun, dengan target penyelesaian paling lambat pada awal 2029.

Related Post
Proyek raksasa ini diperkirakan bakal menelan anggaran fantastis mencapai Rp32 triliun. Mengingat besarnya dana yang dibutuhkan, Mendagri menginstruksikan Kementerian PU untuk menyusun rencana induk pembangunan yang matang dengan skala prioritas yang jelas. Fokus utama akan diarahkan pada wilayah-wilayah yang memiliki kepadatan penduduk tinggi agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Rencana strategis ini nantinya akan dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan tindak lanjut lebih cepat. Pemerintah juga berencana mengadakan rapat koordinasi rutin antar kementerian guna memastikan progres pembangunan di wilayah perbatasan berjalan sesuai jadwal dan tidak lagi terbengkalai.








Tinggalkan komentar