Pangan RI Siap Guncang Eropa Ini Bocorannya

Pangan RI Siap Guncang Eropa Ini Bocorannya

politicanews.id – Indonesia dan Bulgaria kini bersiap membuka babak baru dalam kerja sama strategis di sektor pangan dan pertanian. Langkah ini tak hanya berpotensi memperluas jangkauan pasar produk unggulan kedua negara, tetapi juga menjanjikan aliran investasi serta transfer teknologi mutakhir yang akan mengubah lanskap industri.

Pertemuan penting antara Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria Alexander Poulev di Jakarta menjadi penanda dimulainya era baru ini. Zulhas menegaskan, kolaborasi ini diharapkan mampu mengukuhkan industri pangan nasional, sekaligus menjamin pasokan bahan baku esensial untuk Program Makan Bergizi Gratis yang tengah digalakkan pemerintah.

Pangan RI Siap Guncang Eropa Ini Bocorannya
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Pemerintah Indonesia secara agresif mengajukan sejumlah produk andalan untuk menembus pasar Bulgaria dan Eropa. Komoditas seperti kakao, kelapa, minyak sawit, hingga produk pangan halal menjadi prioritas utama. Bulgaria sendiri dipandang memiliki peran vital sebagai gerbang strategis bagi produk-produk Indonesia untuk merambah pasar benua biru yang luas.

COLLABMEDIANET

Tak hanya urusan dagang, Indonesia juga membuka lebar prospek penanaman modal bagi Bulgaria, khususnya dalam peningkatan peternakan sapi dan teknologi pengolahan susu di tanah air. Di sisi lain, Bulgaria juga tak kalah sigap menawarkan pasokan komoditas pangan penting bagi Indonesia, termasuk susu, daging sapi, jagung, dan tepung terigu. Mereka bahkan menyatakan kesiapan penuh untuk memacu investasi serta transfer keahlian teknologi di bidang pertanian dan pangan.

Kedua negara sepakat bahwa penguatan perdagangan pangan akan membawa keuntungan signifikan. Indonesia menawarkan akses menuju pasar Asia Tenggara yang dinamis, sementara Bulgaria menjadi jembatan utama menuju pasar Uni Eropa dengan populasi sekitar 450 juta jiwa.

Sebagai tindak lanjut, pembahasan teknis yang lebih mendalam akan segera dilakukan. Agenda meliputi perdagangan, investasi, ketahanan pangan, teknologi pertanian, pengolahan pangan, sertifikasi halal, hingga pengembangan rantai pasok pangan yang efisien.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa nilai transaksi dagang keseluruhan antara Indonesia dan Bulgaria pada tahun 2025 mencapai angka fantastis 230,8 juta dolar AS, setara dengan sekitar Rp4,08 triliun. Indonesia berhasil mencatat pengiriman barang keluar negeri senilai 147,4 juta dolar AS (sekitar Rp2,60 triliun), sementara pemasukan barang dari luar negeri sebesar 83,1 juta dolar AS (sekitar Rp1,47 triliun). Ini berarti Indonesia sukses meraup surplus perdagangan sebesar 64,2 juta dolar AS atau sekitar Rp1,13 triliun.

Produk andalan ekspor Indonesia ke Bulgaria meliputi bijih nikel, aluminium mentah, produk besi dan baja, serta margarin. Sementara itu, Indonesia mengimpor gandum, peralatan medis, rempah-rempah, tembakau belum diolah, dan peralatan pertahanan dari Bulgaria.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Bulgaria yang akan memasuki usia 70 tahun pada 2026 menjadi fondasi kuat bagi kerja sama ini. Bulgaria menegaskan kembali posisinya sebagai pintu gerbang bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk menjangkau pasar Uni Eropa yang sangat potensial.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar