Omzet Triliunan Menanti UMKM Lampung

Omzet Triliunan Menanti UMKM Lampung

politicanews.id – Provinsi Lampung kini tengah menyiapkan sebuah terobosan besar untuk menggerakkan roda ekonomi di tingkat desa. Melalui inisiatif Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP, pemerintah daerah bertekad memperkuat sektor usaha mikro kecil dan menengah UMKM berbasis komoditas unggulan lokal. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka gerbang pasar yang lebih luas bagi karya anak bangsa.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan KDKMP bukan sekadar program biasa. Ia dirancang sebagai platform komprehensif yang tidak hanya mendukung proses hilirisasi, tetapi juga menjadi pusat inkubasi bagi UMKM yang mengandalkan potensi produk daerah. Para pelaku usaha akan dikelompokkan dalam berbagai klaster berdasarkan jenis komoditas. Dengan sistem ini, mereka akan mendapatkan bimbingan intensif, penguatan pencitraan produk, hingga akses pemasaran dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Omzet Triliunan Menanti UMKM Lampung
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Saat ini tercatat ada sekitar 484 ribu UMKM di Lampung, termasuk 134 ribu usaha di sektor akomodasi makanan dan minuman serta 112 ribu di industri pengolahan. Namun, banyak di antaranya masih menghasilkan produk sejenis dengan merek berbeda, sehingga berkompetisi ketat di pasar yang sama tanpa didukung saluran distribusi yang solid.

COLLABMEDIANET

KDKMP hadir sebagai solusi. Koperasi akan menjadi motor penggerak yang mengintegrasikan seluruh mata rantai, mulai dari produksi, pengemasan, pelatihan, hingga pemasaran. Dengan demikian, UMKM tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bersinergi dalam kekuatan kolektif.

Penguatan jaringan distribusi melalui KDKMP juga diharapkan mampu memperpendek jalur pasok berbagai kebutuhan pokok. Tujuannya agar harga jual lebih mendekati harga eceran tertinggi HET, sekaligus memperkuat kemampuan belanja masyarakat. Rahmat menambahkan, implementasi KDKMP diperkirakan mampu mendorong tambahan perputaran uang di desa hingga mencapai angka fantastis, sekitar Rp40 triliun hingga Rp50 triliun. Ini sekaligus mempertegas peran koperasi sebagai penggerak utama ekonomi di pedesaan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar